Rabu, 26 November 2014

Pegal dan kesemutan bisa jadi gejala neuropati

| 6.027 Views
id gejala neuropati, pegal dan kesemutan, gangguan neuropati, kerusakan syaraf
Pegal dan kesemutan bisa jadi gejala neuropati
Menurut dokter ahli, gejala awal neuropati antara lain pegal-pegal dan kesemutan tanpa sebab. (ANTARA News/Maryati)
Jakarta (ANTARA News) - Rasa pegal dan kesemutan tanpa sebab termasuk gejala awal kerusakan sistem syaraf atau neuropati yang harus diwaspadai, kata konsultan neurologi dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K).

"Dikira hanya pegal-pegal biasa, padahal ini adalah neuropati. Ini merupakan istilah untuk kerusakan saraf," kata Luthy dalam acara diskusi tentang neuropati di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, kerusakan saraf ini bisa disebabkan oleh penyakit, trauma pada saraf, penyakit sistemik, efek samping obat atau bertambahnya usia.

Gejala-gejala neuropatik, lanjut dia, perlu diketahui karena bisa menunjukkan seberapa berat kerusakan pada sistem saraf.

"Gejala baru terlihat jelas ketida sudah terjadi kerusakan saraf, sementara perbaikan untuk kerusakan saraf membutuhkan waktu yang lama," tuturnya.

Menurut Luthy, gejala awal neuropati biasanya kesemutan tanpa sebab yang terkadang disertai rasa baal, kebas atau terbakar dan saat kerusakan sudah memasuki stadium lanjut bagian tubuh yang sarafnya rusak akan mati rasa.

"Ini akan dimulai dari bagian kaki karena kaki memiliki saraf yang paling panjang. Semakin panjang saraf, makan saraf yang paling ujung rentan mengalami gangguan fungsi," jelasnya.

Gejala lain yang muncul, lanjut dia, bisa berupa rasa terbakar, kulit hipersensitif, kulit mengkilap tidak wajar, rambut rontok pada area tertentu, kelemahan tubuh dan anggota gerak, serta atrofi otot atau pengecilan otot.

Ia menjelaskan pula bahwa neuropati dikelompokkan menjadi empat yakni yaitu kerusakan pada sistem motorik, sistem sensorik, sistem otonom, dan sistem campuran.

"Semua sistem saraf ini bisa terganggu, sehingga menimbulkan gejala atau gangguan sesuai dengan fungsi sistem yang rusak," demikian Manfaluthy Hakim.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga