Jakarta, 9/4 (ANTARA) - Komitmen Pemerintah untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT)menjadi salah satu destinasi utama wisata dunia, terus dilakukan. Setelah Pemerintah berhasil mengajukan Taman Nasional Komodo menjadi salah satu Situs Warisan Dunia dan telah ditetapkan UNESCO pada 19 Desember 1991, kini pemerintah menggelar event internasional Sail Komodo 2013 Penyelenggaraan Sail Komodo 2013 merupakan yang ke 5 ( lima ) kalinya sejak tahun 2009. Event internasional ini dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi - Belitong 2011 dan Sail Morotai 2012. "Sail Komodo 2013 merupakan event internasional yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia." Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo selaku Ketua Panitia Pelaksana Tingkat Pusat Sail Komodo 2013 pada saat Launching Sail Komodo 2013 di Jakarta (8/4).

     Kegiatan Launching Sail Komodo 2013 secara resmi  dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ( Menko Kesra ) Agung Laksono, dengan mengangkat tema, "Sail komodo 2013: Jembatan Emas Menuju Nusa Tenggara Timur menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia." Selain  Menko Kesra dan Menteri Kelautan dan Perikanan, kegiatan launching Sail Komodo 2013 juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Gubernur Nusa Tenggara Timur selaku Tuan Rumah Sail Komodo 2013. Untuk puncak acara Sail Komodo 2013 dilaksanakan pada tanggal 14 September 2013 di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT.

     Sail Komodo 2013 merupakan event internasional tahunan yang diikuti peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, negara lain yang akan terlibat adalah Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, Amerika Serikat, dan sebagainya. Penyelenggaraan event internasional Sail Komodo 2013 dilakukan pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Kegiatan Sail ini dapat dijadikan model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Disisi lain kegiatan Sail Komodo 2013 ini sangat efektif untuk mempromosikan wilayah NTT dan sekitarnya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional, apalagi Taman Nasional Komodo merupakan salah satu situs warisan dunia sehingga pemerintah sudah semestinya melestarikan, mengembangkan, serta mempromosikan Taman Nasional Komodo. "Kegiatan Sail Komodo 2013 merupakan salah satu upaya mempromosikan Taman Nasional Komodo sebagai kawasan konservasi perairan dalam rangka mengembangkan ekonomi kelautan," jelas Sharif.

     Lebih lanjut Sharif menegaskan, Sail Komodo 2013 diselenggarakan pemerintah dengan beberapa tujuan strategis. Pertama, event ini sebagai model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Kedua, Sail Komodo dapat menggalang keterpaduan dan sinergi program lintas kementerian / lembaga baik di pusat maupun di daerah serta partisipasi swasta dalam pembangunan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Ketiga, event ini mampu menambah lokasi dan kegiatan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Keempat, melalui event sail ini dapat dijadikan media untuk mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari. Sedangkan tujuan lainnya, agar dapat mengembangkan rute pelayaran kapal - kapal yacht ke perairan Indonesia yang menarik yachters dunia.

     Dalam pelaksanaan Sail Komodo 2013 ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan utama Sail Komodo kali ini mencakup antara lain Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-68 di salah satu pulau terluar, Bhakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan, Bhakti Kesejahteraan Rakyat Nusantara, Badan Usaha Milik Negara Peduli Komodo, Kegiatan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara. Sail Komodo 2013 juga akan dimeriahkan Reli Kapal Layar atau Yacht Rally, Ekspedisi Kapal Riset Internasional dan Ekspedisi Ilmiah Pulau Terluar, Seminar Nasional dan Intenasional, Potensi Pariwisata, Budaya dan Alam, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Olahraga Bahari, Pameran Potensi Derah, dan Festival Derawan 2013.

     Untuk kegiatan reli kapal layar  atau yacht rally, akan melibatkan tiga operator yacht yaitu Sail Indonesia, Back to Down Under Rally, dan Darwin Ambon Yacht Race. Ketiga operator reli kapal layar akan mengerahkan yachters  dari berbagai negara dengan rute masing-masing, yang flag off-nya akan dilaksanakan di Kupang, NTT pada tanggal 4 Agustus 2013. Adapun para peserta Sail Komodo akan bergerak dari Darwin menuju Kupang, NTT. Para peserta akan dibagi dalam dua jalur, yakni jalur utara dan selatan. Jalur utara meliputi Kupang - Wini  di Timor Tengah Utara - Atapupu di Kabupaten Belu menuju Kalabahi, Kabupaten Alor, kemudian Lewoleba - Lembata, Larantuka di Flores Timur, lalu ke Maumere di Kabupaten Sikka, dan berakhir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Sedangkan rute jalur selatan melintasi Ba'a di Kabupaten Rote Ndao, lalu menuju Sabu Raijua, kemudian ke Sumba, dan berakhir di Labuan Bajo. "Event ini sangat berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi di NTT.  Terutama melalui jumlah wisatawan yang datang ke NTT akan bertambah setiap tahun," kata Sharif.

     Sharif menambahkan, untuk menunjang seluruh kegiatan Sail Komodo, semua kementerian / lembaga yang menjadi anggota panitia mengalokasikan anggaran sesuai dengan kegiatannya masing - masing. Sedangkan Pemerintah Daerah berperan dalam memobilisasi semua sumber daya daerah, baik itu dari APBD maupun keterlibatan sektor swasta. Seperti halnya pada pelaksanaan sail sebelumnya, kegiatan Sail Komodo 2013 ini tidak hanya sebatas pada acara event semata yang akan habis setelah kegiatan ini selesai. Lebih dari itu, Sail Komodo dapat menjadi stimulan bagi pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan daerahnya. "Kita harapkan even internasional ini dapat berjalan dengan baik, sehingga semua kementerian dan lembaga serta semua pihak yang terkait, terus melakukan koordinasi," ujarnya.

     Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Indra Sakti, SE, MM, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, (HP.0818159705)