Jumat, 19 Desember 2014

Kerusuhan di Kenya, 8 orang tewas

| 2.750 Views
id kenya, pengungsi somalia, kerusuhan, serangan bersenjata
Kejahatan dinamis.
Garissa (ANTARA News) - Sejumlah orang bersenjata menembak mati delapan orang dalam serangan terhadap sebuah restoran di kota Garissa, Kenya timur, Kamis, kata Palang Merah Kenya.

Menurut Palang Merah Kenya dalam pernyataan resmi mereka di Twitter, lima orang juga mengalami luka-luka tembakan dalam serangan itu dan dibawa ke sebuah rumah sakit setempat.

Charlton Mureithi, kepala kepolisian regional, mengatakan serangan itu berlangsung di sebuah restoran bernama Kwa Chege dan polisi masih menyelidiki siapa pelakunya dan berusaha menetapkan jumlah korban.

"Kejahatan dinamis. Kami harus menentukan motifnya sekarang," kata Mureithi kepada Reuters.

Kenya, yang menjadi tempat tinggal banyak warga Somalia, dilanda gelombang serangan, terutama di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa, serta Garissa, setelah pasukan negara itu memasuki Somalia pada Oktober 2011 untuk menumpas kelompok gerilya garis keras Al-Shabaab, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas penculikan dan serangan bom di dalam wilayah Kenya.

Kelompok gerilya Al-Shabaab mengancam Kenya sejak negara itu mengirim pasukan ke Somalia selatan pada pertengahan Oktober 2011 untuk menyerang pangkalan-pangkalan gerilyawan tersebut, yang dituduh melakukan penculikan dan penyerangan di Kenya.

Al-Shabaab membantah tuduhan Kenya bahwa mereka mendalangi sejumlah penculikan warga asing di negara tersebut.

Al-Shabaab balik menuduh pemerintah Kenya menggunakan isu penculikan sebagai alasan untuk melakukan penyerbuan ke Somalia.

Dalam waktu kurang dari sebulan, seorang wanita Inggris dan seorang wanita Prancis diculik dari kawasan wisata pantai Kenya dalam dua insiden terpisah, yang merupakan pukulan besar bagi industri pariwisata di Kenya.

Pada 13 Oktober 2011, dua wanita pekerja bantuan asal Spanyol diculik dari kamp pengungsi Dadaab, Kenya, kamp terbesar di dunia yang menjadi tempat bagi sekitar 460.000 pengungsi yang sebagian besar orang Somalia yang menyelamatkan diri dari kekeringan, kelaparan dan perang.

Penculikan-penculikan itu diyakini dilakukan oleh Al-Shabaab Somalia.

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB.

(M014)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga