Kamis, 2 Oktober 2014

Jalur pendakian Gunung Semeru akan dibuka

Kamis, 25 April 2013 16:59 WIB | 5.010 Views
Jalur pendakian Gunung Semeru akan dibuka
Puncak Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Senduro, Lumajang, Jawa Timur. (ANTARA/Seno S.)
PVMBG merekomendasikan pendakian hingga Kalimati karena status Gunung Semeru masih Waspada...
Lumajang (ANTARA News) - Jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur, akan dibuka mulai Jumat (26/4).

"Mulai besok pukul 00.00 WIB jalur pendakian Gunung Semeru resmi dibuka untuk umum," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari di Lumajang, Kamis.

Menurut dia, petugas TNBTS sudah melakukan survei dan membersihkan jalur pendakian dari pohon tumbang dan tanah longsor yang menutup sebagian jalur akibat cuaca buruk yang terjadi beberapa pekan lalu.

"Berdasarkan hasil survei, jalur pendakian Semeru hingga Kalimati dinilai layak dan aman dilalui oleh para pendaki, sehingga TNBTS memutuskan untuk membuka jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu," tuturnya.

Selama beberapa bulan pendakian Semeru ditutup, lanjut dia, TNBTS "kebanjiran" telepon dari ratusan pendaki yang menanyakan kapan jalur pendakian gunung itu dibuka.

"Kami hanya merekomendasikan pendakian hingga Kalimati dan melarang pendaki naik hingga puncak Semeru (Mahameru) karena berbahaya bagi keselamatan para pendaki," katanya.

Ia menjelaskan TNBTS juga berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebelum membuka jalur pendakian Gunung Semeru untuk umum.

"PVMBG merekomendasikan pendakian hingga Kalimati karena status Gunung Semeru masih Waspada (Level II), sehingga masyarakat atau pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di radius 4 kilometer dari Mahameru," paparnya.

Rute jalur pendakian Semeru yakni Ranu Pani - Watu Rejeng - Ranu Kumbolo - Oro-oro Ombo - Cemoro Kandang - Jambangan - Sumbermani - Kalimati - Arcopodo - Cemoro Tunggal - puncak Semeru.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga