Kamis, 23 Oktober 2014

Intensitas curah hujan di Sumsel mulai berkurang

| 2.041 Views
id bmkg, bmkg sumsel, prakirakan curah hujan, pancaroba, curah hujan berkurang
Intensitas curah hujan di Sumsel mulai berkurang
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - BMKG (istimewa)
Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca dan analisis data lapangan, curah hujan pada bulan ini diprakirakan berkisar 151 hingga 200 milimeter atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 200 hingga 300 milimeter,"
Palembang (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan memprakirakan pada Mei 2013 intensitas curah hujan di wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,5 juta jiwa itu mulai berkurang seiring daerah ini memasuki musim pancaroba.

"Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca dan analisis data lapangan, curah hujan pada bulan ini diprakirakan berkisar 151 hingga 200 milimeter atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 200 hingga 300 milimeter," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama di Palembang, Senin.

Menurutnya, pada masa pancaroba atau peralihan musim hujan ke kemarau, masyarakat perlu mewaspadai terjadinya angin kencang hingga puting beliung, hujan lebat secara tiba-tiba yang sebarannya tidak merata atau hujan lokal.

Dengan kewaspadaan yang tinggi pada musim pancaroba tersebut, diharapkan bisa dihindari banyaknya warga yang menjadi korban bencana terutama angin puting beliung yang pada beberapa waktu lalu mulai menimbulkan korban jiwa, katanya.

Dijelaskannya, berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, awal musim kemarau di provinsi yang memiliki 15 kabupaten/kota ini diprakirakan pada pertengahan Mei atau awal Juni 2013.

"Pada pertengahan Mei atau awal Juni 2013 wilayah Sumsel sudah memasuki awal musim kemarau. Kondisi cuaca tersebut sesuai dengan masa musimnya atau masih tergolong normal," ujar Indra.

Sementara Koordinator Taruna Siaga Bencana Sumsel MS Sumarwan menjelaskan, beberapa pekan terakhir anggotanya mencatat beberapa kali bencana puting beliung di Kabupaten Musi Rawas, Lahat, dan Ogan Komering Ilir, serta berupaya membantu para korban yang rumahnya mengalami rusak ringan dan berat.

Memasuki musim pancaroba sekarang ini, masyarakat yang tinggal di daerah rawan puting beliung diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan sehingga bisa diminimalisir timbulnya korban jiwa dan harta benda, ujar dia. (Y009/I016)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga