Rabu, 3 September 2014

Jalur Bukittinggi-Padang macet

Sabtu, 10 Agustus 2013 21:45 WIB | 3.278 Views
Jalur Bukittinggi-Padang macet
ilustrasi Macet Sumbar Sejumlah kendaraan terpaksa berjalan merayap karena terjebak macet di Jalan Raya Padang - Bukittinggi, di Kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra)
Bukittinggi (ANTARA News) - Jalur jalan provinsi dari arah Bukittinggi menuju Padang, Sabtu malam, macet karena wisatawan yang berkujung ke sejumlah objek wisata di Bukittinggi telah kembali pulang.

Pewarta ANTARA di lapangan melaporkan kemacetan sepanjang 20 KM dari daerah Birugo hingga ke Simpang Pasar Padanglua, Kabupaten Agam terjadi karena meningkatkan volume kendaraan menuju Padang.

Meningkatnya volume kendaraan menuju Padang, mulai dari roda empat hingga roda dua tersebut karena mereka baru saja berwisata ke sejumlah objek wisata di Bukittinggi.

Volume kendaraan meningkat menuju Padang dipicu karena serentaknya wisatawan yang berkujung ke Bukittinggi itu kembali pulang ke rumah mereka.

Sejumlah aparat lalu lintas Polres Kota Bukittinggi dikerahkan guna mengatasi kemacetan sedikit kewalahan karena disebabkan meningkatnya volume kendaraan.

Kemacetan diperparah dengan banyaknya kendaraan yang melintas di pertigaan Jambu Air arah Taluak dan Pasar Simpang Aur Kuning.

Volume kendaraan roda empat yang meningkat tersebut tidak saja ukuran kecil tapi juga ukuran besar, karena beberapa wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi ada dengan truk.

Sementara arus kendaraan arah Padang menuju Bukittinggi terlihat masih padat namun tidak lagi menimbulkan kemacetan.

"Kendaraan dari arah Padang menuju Kota Bukittinggi sudah mulai berkurang. Saat ini yang paling padat dari arah Bukittinggi menuju Padang," kata Pul, petugas Sat Lantas Polres Bukittinggi.

Dia meminta masyarakat agar ekstra hati-hati dengan kondisi jalan yang macet itu.

Jalur alternatif dari By Pass melewati Gobah hingga tembus ke Simpang Padanglua guna menghindari kemacetan di Pasar Padanglua juga mengalami kemacetan.

Seorang sopir bus Tranex Anto, menyebutkan, untuk menghindari kemacetan di jalur lintas Padanglua, Kabupaten Agam dia terpaksa melalui jalur alternatif.

"Menghindari kemacetan dari arah Kota Bukittingi menuju Padang dan sebaliknya ternyata juga macet sehingga waktu tempuh bertambah 1,5 jam dari waktu normal hanya 2 jam," kata dia.

Menurut dia, waktu tempuh akan kembali bertambah jika terjadi kemacetan jalur lintas Padangpanjang-Padang dan di daerah Malibo Anai.

"Jika kemacetan juga terjadi di daerah itu kemungkinan waktu tempuh dari Bukittinggi menuju Padang bisa mencapai 10 jam perjalanan, sama seperti Lebaran tahun 2012," katanya.

Jalur jalan selalu macet setiap tahunnya pada Lebaran itu, dia meminta agar mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan melakukan pelebaran jalan.
(KR-HMR/M019)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga