New York (ANTARA News) - Saham-saham Wall Street berakhir jatuh pada Kamis (Jumat pagi WIB), kehilangan sekitar dua persen dalam aksi jual yang luas, karena data ekonomi lemah dari Jerman meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan buruk di luar negeri.

Pada penutupan pasar, indeks Dow Jones Industrial Average mencapai 16.659,25, turun tajam 334,97 poin (1,97 persen), lapor AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 40,68 poin (2,07 persen) menjadi 1.928,21, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 90,26 poin (2,02 persen) menjadi 4.378,34.

Indeks-indeks bergerak jauh ke dalam wilayah negatif, menghapus keuntungan dari reli kuat pada Rabu (8/10) didorong oleh risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve yang menunjukkan bahwa bank sentral AS bersedia untuk mempertahankan aliran uang murah untuk beberapa waktu ke depan.

Indeks S&P VIX yang mengukur volatilitas, dikenal sebagai "indeks rasa takut", melonjak lebih dari 24 persen menjadi 18,76, angka tertinggi sejak Februari.

Berita negatif datang dari zona euro, termasuk data perdagangan yang menunjukkan Jerman mengalami penurunan besar 5,8 persen dalam ekspornya pada Agustus. Lembaga riset atau "think tanks" terkemuka Jerman juga memangkas perkiraan pertumbuhan mereka untuk ekonomi terbesar zona euro itu.

Sementara data ekonomi AS secara umum membaik, para pedagang mengkhawatirkan tentang perlambatan di Eropa dan Asia yang membebani ekonomi global.

"Melebihi semuanya adalah kekhawatiran bahwa pertumbuhan Eropa lemah dan semakin lemah," kata William Lynch dari Hinsdale Associates.

Produsen aluminium Alcoa secara tidak resmi memulai musim laporan laba setelah pasar ditutup pada Rabu dengan laba kuartal ketiga 31 sen per saham, delapan sen lebih tinggi dari yang diharapkan. Pada hari Kamis, saham Alcoa turun 4,2 persen karena aksi jual.

PepsiCo tergelincir 0,4 persen setelah meningkatkan prospeknya untuk 2014, menyesuaikan pertumbuhan laba menjadi sembilan persen dari delapan persen dan membukukan laba kuartal ketiga yang lebih rendah dari ekspektasi.

Apple bertambah 0,2 persen karena aktivis investor Carl Icahn menyerukan raksasa teknologi itu untuk mempercepat rencana pembelian kembali sahamnya, mengatakan saham perusahaan itu "undervalued secara dramatis."

Amazon turun 2,3 persen setelah The Wall Street Journal melaporkan pengecer daring (online) itu akan membuka toko "brick-and-mortar" pertama di New York menjelang musim liburan akhir tahun.

Gap anjlok 12,5 persen setelah peritel pakaian itu mengumumkan ia telah menunjuk Art Peck, kepala divisi pertumbuhan dan digitalnya, untuk menggantikan kepala eksekutif Glenn Murphy, yang akan mengundurkan diri pada Februari.

Pembuat botox Allergan turun 1,6 persen karena menaikkan perkiraan laba kuartal ketiga menjadi 1,76-1,78 dolar AS per saham dari sebelumnya 1,44-1,47 dolar AS. Perusahaan mengatakan hasil menunjukkan "kesenjangan nilai besar" antara nilainya dan tawaran pengambilalihan yang tidak diminta dari Valeant Pharmaceuticals, turun 2,8 persen.

Harga obligasi datar. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS tidak berubah di 2,33 persen dari Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun tetap stabil di 3,06 persen.

Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.


Penerjemah: Apep Suhendar

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014