Padang (ANTARA News) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno mengatakan sosok mantan Gubernur Sumbar dua periode 1966 hingga 1977, Prof Drs. Harun Al Rasyid Zain bergelar Dt. Sinaro merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan Sumbar.

"Beliau adalah pemimpin Sumbar pada masa-masa sulit pasca Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Di bawah kepemimpinannya, masyarakat Sumbar bisa mengangkat lagi harga dirinya," katanya, Minggu.

Ia menjelaskan Harun Zain juga sangat berjasa dalam menata kehidupan masyarakat di Sumbar hingga lebih maju dan sejahtera.

Karena itu, sebutnya, kepergian Harun Zain bukan hanya kehilangan bagi Sumbar tetapi juga Indonesia karena sumbang pikiran beliau masih dibutuhkan untuk kemajuan bangsa.

"Rakyat Sumbar sangat berduka atas kepergian sosok yang memiliki karakter pemimpin yang kuat ini," katanya.

Sejarawan Sumbar, Mestika Zed dalam bukunya Sumatera Barat di Panggung Sejarah 1945 hingga 1995 mengatakan kepemimpinan Harun Zain di Sumbar pada tahun 1966 itu bukan hal yang mudah karena saat pertama datang untuk bertugas, dia dicurigai oleh masyarakat di Sumbar sebagai "orang pusat". Padahal, saat bersamaan ia juga harus diperiksa oleh oknum tentara dari pusat.

Namun kepemimpinan Harun Zain terbukti berlanjut dua periode dan berhasil mengangkat kembali kepercayaan diri masyarakat Sumbar.

Mantan Gubernur Sumbar, Harun Zain meninggal dalam usia 80 tahun di Jakarta, Minggu 19 Oktober 2014 sekitar pukul 04:40 WIB.

Almarhum sebelumnya pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Andalas (Unand), kemudian tahun 1966 hingga 1977 ditunjuk untuk jadi Gubernur Sumbar.

Tahun 1978 hingga 1983 dipercaya menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kemudian 1983 hingga 1988 menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

(KR-MLN/H014)

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014