Washington (ANTARA News) - Federal Reserve melihat kondisi-kondisi ekonomi AS "mendekati" titik untuk dapat meningkatkan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juli, laporan The Fed mengatakan Rabu.

Pejabat-pejabat The Fed melihat pelemahan di pasar tenaga kerja dan kekhawatiran tentang pelambatan ekonomi Tiongkok sebagai pertimbangan mereka dalam menaikkan biaya pinjaman untuk pertama kalinya dalam lebih dari sembilan tahun, menurut risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 28-29 Juli, lapor AFP.

"Sebagian besar menilai bahwa persyaratan untuk memperkuat kebijakan belum tercapai, namun mereka mencatat bahwa kondisi-kondisinya mendekati titik itu," risalah mengatakan.

Peserta pada pertemuan tersebut umumnya sepakat bahwa kondisi pasar kerja telah membaik, tetapi "beberapa" pejabat mencatat bahwa "beberapa margin masih terlihat kendur, mengutip fakta tingginya jumlah pekerja yang tidak aktif mencari pekerjaan serta tingginya pangsa karyawan yang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi."

Pelambatan di Tiongkok, ekonomi terbesar kedua di dunia, dan gejolak keuangan akibat pasar ekuitas Tiongkok anjlok, juga menjadi masalah bagi para pembuat kebijakan Fed, risalah menunjukkan.

"Sedangkan penurunan pasar saham Tiongkok baru-baru ini tampak memiliki implikasi terbatas untuk prospek pertumbuhan di Tiongkok hingga saat ini, beberapa peserta mencatat bahwa pelambatan material dalam kegiatan ekonomi Tiongkok bisa menimbulkan risiko untuk prospek ekonomi AS," kata risalah.

FOMC, sesuai perkiraan, mempertahankan suku bunga acuan federal fund tidak berubah di tingkat nol pada pertemuan Juli, yang telah dipatok sejak akhir 2008 untuk membantu mendukung pemulihan ekonomi AS dari resesi berat 2008-2009.

Serangkaian indikator ekonomi AS yang bervariasi sejak pertemuan telah mempersuram prospek kenaikan suku bunga. Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pihaknya di jalur untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Beberapa ahli mengatakan kenaikan suku bunga pada September dimungkinkan karena perekonomian secara keseluruhan terlihat cukup kuat, sementara yang lain berspekulasi The Fed ingin menunggu untuk memiliki lebih banyak data guna lepas landas.

(Uu.A026)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015