Hanzhou, China (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov gagal mencapai kata sepakat terkait gencatan senjata di Suriah, kata seorang pejabat senior asal Washington di China pada Selasa.

Kedua tokoh tersebut bertemu di sela-sela pertemuan puncak G20 di Hangzhou, China. Menurut sumber Reuters dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, pertemuan itu masih menyisakan banyak perbedaan yang belum terselesaikan, lapor Reuters.

Rincian pembahasan dalam rapat tersebut masih belum diketahui hingga kini.

Lavrov dan Kerry sudah dua kali bertatap muka dalam dua pekan terakhir, namun selalu gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata. Pertemuan pertama terjadi pada 26 Agustus di Jenewa.

Kerry pada saat itu mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan menerima begitu saja usulan gencatan senjata tanpa ada jaminan akan berakhir dengan kegagalan kembali.

Gencatan senjata terbatas, yang pernah diiniasiasi oleh Levrov dan Kerry, sebelumnya pernah berakhir dengan kegagalan pada Februari lalu. Washington saat itu menuding pasukan pendukung Presiden Suriah Bashar al Assad melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Kerry dan Lavrov diperkirakan akan bertemu kembali di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York yang akan dimulai pada 18 September mendatang.

Pihak Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat masih menolak menjelaskan apa yang menjadi titik pangkal perbedaan yang menghambat tercapainya persetujuan antara Gedung Putih dengan Kremlin.

Rusia berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan menyetujui semua kesepakatan jika kelompok-kelompok bersenjata--yang didukung oleh Washington dan negara-negara Timur Tengah--masih dipisahkan dengan kelompok militan Al Qaeda mengingat posisi mereka yang saling berdekatan di sejumlah wilayah.
(Uu.G005)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2016