Riyadh (ANTARA News) - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak di Yaman pada Senin (12/9) menyatakan telah menembak jatuh rudal yang ditembakkan pemberontak ke arah pangkalan udara di Arab Saudi selatan.

Itu merupakan rudal terbaru yang diarahkan ke wilayah Arab Saudi sejak koalisi mulai melancarkan serangan udara untuk mendukung pemerintah Yaman yang didukung internasional Maret tahun lalu.

Pangkalan Udara Khamis Mushait di wilayah barat daya Arab Saudi telah menjadi garis terdepan dalam operasi koalisi melawan pemberontak Houthi dan sekutu mereka.

Arab Saudi mengerahkan rudal Patriot untuk menangkis serangan rudal balistik taktis yang kadang ditembakkan dari Yaman selama perang.

Penembakan rudal terbaru terjadi setelah sejumlah saksi mata dan warga Yaman pada Minggu mengatakan bahwa serangan udara koalisi telah menewaskan sedikitnya 22 warga sipil di daerah dekat ibu kota Sanaa yang dikuasai pemberontak.

Namun juru bicara koalisi Jenderal Ahmed Assiri mengatakan: "Semua operasi kami di wilayah itu menyasar posisi Houthi dan anggotanya."

Menurut warta kantor berita AFP, petempuran di Yaman meningkat sejak runtuhnya perundingan damai yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kuwait pada 6 Agustus.

Di Yaman, sejak Maret tahun lalu pertempuran telah menewaskan 6.600 orang lebih, banyak di antaranya warga sipil, dan menyebabkan setidaknya tiga juta orang lainnya kehilangan tempat tinggal menurut PBB.(ab/)


Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2016