Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan kurs dolar AS yang menunjukkan penguatan.

Indeks dolar AS naik 0,84 persen menjadi 97,70 pada pukul 17.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor.

Namun, emas dicegah dari penurunan lebih lanjut karena pelemahan di sektor kesehatan AS mendorong indeks Dow Jones Industrial Average AS turun 213 poin atau 1,17 persen pada pukul 17.45 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari aset-aset "safe haven", sementara sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Karena tidak ada data ekonomi signifikan yang dirilis pada Selasa, para investor fokus pada potensi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah 10 persen untuk pertemuan pada November 2016, dan 70 persen pada pertemuan Desember 2016.

Para pedagang juga sedang menunggu beberapa pidato Fed pada Rabu, bersama dengan rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari pertemuan bank sentral AS sebelumnya.

Selain itu, laporan klaim pengangguran akan dirilis pada Kamis, dan indeks harga produsen serta laporan penjualan ritel yang akan dirilis pada Jumat.

Perak untuk pengiriman Desember turun 15 sen, atau 0,85 persen, menjadi ditutup pada 17,509 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2017 turun 15,6 dolar AS, atau 1,62 persen, menjadi ditutup pada 949,8 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.

(A026)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016