Bangkok (ANTARA News) - Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) berupaya agar lokasi pertandingan kualifikasi Piala Dunia menjamu Australia pada 15 November dapat dipindahkan ke luar negara itu, di tengah rasa duka cita terkait meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej.

Sejumlah kompetisi olahraga domestik, termasuk turnamen-turnamen sepak bola dan golf, telah dibatalkan atau ditunda untuk menghormati raja yang meninggal dunia pada Kamis, pada usia 88 tahun di Rumah Sakit Bangkok.

FAT mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan badan sepak bola dunia FIFA dan memberi pernyataan tertulis kepada Australia dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menanyakan apakah pertandingan itu dapat dipindahkan lokasinya.

"Mengubah waktu pertandingan bukanlah pilihan, maka pertandingan semestinya harus tetap dimainkan," kata juru bicara FAT Patit Supapong kepada Reuters pada Sabtu.

"Kami telah mendiskusikan dua opsi dengan FIFA. Pertama, kami berharap bisa mengatur kesepakatan dengan Australia untuk mengizinkan kami memainkan pertandingan tandang terlebih dahulu. Kedua, kami mungkin harus menemukan arena netral untuk memainkan pertandingan itu jika opsi pertama gagal."

Federasi Sepak Bola Australia (FFA) mengatakan pihaknya menunggu masukan dari FIFA dan AFC.

"Federasi Sepak Bola Australia saat ini menunggu notifikasi resmi dari FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia terkait status untuk pertandingan kualifikasi," kata juru bicara FFA dalam pernyataannya.

Thailand menelan kekalahan pada keempat pertandingan kualifikasi mereka dan menghuni posisi juru kunci Grup B zona Asia, yang saat ini dipimpin oleh Arab Saudi dengan koleksi sepuluh angka.

Australia, yang ditahan imbang 1-1 oleh Jepang di Melbourne pada Selasa, menghuni peringkat kedua di grup dengan delapan angka.

Dua tim teratas lolos langsung untuk putaran final pada 2018 di Rusia, sedangkan tim-tim peringkat ketiga akan memainkan pertandingan-pertandingan playoff.

Ketika rakyat Thailand memulai tahun berduka untuk raja mereka, pesta-pesta dan semua bentuk perayaan akan diminimalkan, di mana pemerintah meminta warga untuk "menahan diri dari keriaan" selama 30 hari.

Setelah pertemuan eksekutif pada Jumat, FAT membatalkan seluruh pertandingan di kompetisi-kompetisi sampai akhir tahun, menganugerahkan gelar-gelar kepada para pemuncak klasemen liga dan mendegradasi tim-tim.

Keputusan ini membuat Muanthong United meraih mahkota keempatnya di Liga Thailand.

(Uu.H-RF/A020)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2016