Senin, 25 September 2017

20 dalang tampilkan seni wayang "One ASEAN"

| 6.082 Views
20 dalang tampilkan seni wayang
Dokumentasi: Wayang Antikekerasan Terhadap Anak Dalang cilik Athanasius Alan memainkan wayang kulit yang menceritakan tentang kampanye antikekerasan terhadap anak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/11/15). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra) ()
Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak lebih dari 20 seniman wayang dan musisi dari perkumpulan "ASEAN Puppet Exchange" (APEX) berkumpul di George Town Penang Malaysia selama 16 - 21 Oktober 2016 untuk mempersiapkan rancangan cerita "One ASEAN" dengan mengambil fokus komunitas ekonomi ASEAN.

Keterangan tertulis dari ASEAN Foundation yang diterima di Jakarta, Senin menyebutkan, pertemuan para dalang dan musisi seni wayang tersebut dilakukan setelah diadakannya serangkaian lokakarya APEX di sejumlah negara ASEAN.

Para seniman wayang tersebut berasal dari Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Singapura, Thailand, Jepang, dan Malaysia. Mereka mengadakan serangkaian pagelaran APEX yang ke-sembilan.

Pementasan "One ASEAN Story" akan diadakan pada 22 Oktober 2016 pukul 20.00 WIB di George Town bekerja sama dengan Joe Sidek Productions dari George Town Penang dan Artsolute Ltd dari Singapura.

Adapun alur cerita yang akan diproduksi pada workshop enam hari tersebut bertajuk "APEX Live" yang akan menjadi cerita kolaboratif ke-lima hasil garapan para seniman APEX.

Tema "Live" bercerita tentang komunitas ekonomi ASEAN, dimana workshop dan demonstrasi pertunjukan akan fokus pada kehidupan sehari-hari, keluarga, dan sumber penghidupan masyarakat ASEAN. Acara itu juga diselenggarakan dalam rangka merayakan hari jadi ASEAN ke-50.

Seniman-seniman yang terlibat adalah perwakilan dari Sovanna Phum Art Association (Kamboja), Jampalao (Laos), Sena Wangi (Indonesia), Htwe Oo Myanmar (Myanmar), Sri Warisan Som Said (Singapura), dan Joe Louis Theatre (Thailand).

Sementara itu seniman tamu didatangkan dari perwakilan Utervision Jepang yang akan mengamati dan menggabungkan ide dan cara pertukaran antarbudaya untuk diaplikasikan di Tokyo.

Melalui pertukaran wayang yang mendukung terwujudnya integrasi budaya secara dua arah itu akan tercipta pemahaman mendalam tentang keragaman sumber penghidupan masyarakat ASEAN, dan melalui cerita rakyat yang diciptakan bersama akan tercipta penyatuan identitas.

APEX sejak 2014 telah menggunakan seni pertunjukan wayang dan workshop di sejumlah kota di negara-negara ASEAN, dari Yangon sampai Jakarta, untuk mengajak masyarakat ASEAN mengenali dan memahami kesamaan dan keberagaman budaya serta cerita dan bahasa di kawasan ASEAN.

APEX merupakan program strategis yang menyediakan wadah dan peluang bagi seniman-seniman wayang, bukan hanya untuk menjadi seorang pewayang yang profesional, tetapi juga seorang seniman produktif yang dapat berkontribusi mengembangkan kekayaan budaya ASEAN.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga