Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah menyerap dana Rp11,3 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara dengan total penawaran mencapai Rp26,4 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan lelang ini belum memenuhi target indikatif yang telah ditetapkan Rp15 triliun.

Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN03170615 mencapai Rp2,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,10944 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2017 ini mencapai Rp4,6 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,07 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,5 persen.

Untuk seri SPN12180301, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,06 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 1 Maret 2018 ini mencapai Rp4,28 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,9 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,25 persen.

Untuk seri FR061, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,22927 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2022 ini mencapai Rp9,717 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 7,19 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,45 persen.

Untuk seri FR074, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,78977 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2032 ini mencapai Rp3,12 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,75 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,9 persen.

Untuk seri FR072, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,01990 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2036 ini mencapai Rp4,66 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,25 persen ini mencapai 7,97 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,15 persen.

Sebelumnya, dalam lelang enam seri SUN pada Selasa (28/2), pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp16,3 triliun.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017