Selasa, 25 Juli 2017

KJRI Istanbul fasilitasi pengusaha tembus pasar kopi turki

| 8.158 Views
KJRI Istanbul fasilitasi pengusaha tembus pasar kopi turki
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul, Turki. (kemlu.go.id)
Kami siap memfasilitasi keinginan menjalin hubungan bisnis dengan produsen kopi Indonesia."
London (ANTARA News) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul akan memfasilitasi keinginan para pengusaha Turki yang menyampaikan minatnya mengimpor sekaligus menjalin hubungan bisnis dengan produsen kopi khas Nusantara.

Konsul Jenderal RI di Istanbul, Turki, Herry Sudradjat, kepada ANTARA News, Minggu, mengatakan bahwa pihaknya mengadakan acara makan bersama dengan pelaku usaha sektor kopi yang ada di Istanbul dalam upaya untuk mengetahui seluk beluk potensi dan penetrasi pasar Turki bagi kopi Indonesia.

Hadir dalam acara makan malam tersebut, menurut dia, importir kopi dari perusahaan Istanbul Kahve, Haci Olabi, Sinerjik Gida,Ipek Gida, kemudian pengurus organisasi pengusaha Turki, Musiad Istanbul, yang beberapa di antara mereka berbisnis kopi.

Ia mengemukakan bahwa pangsa pasar Indonesia di Turki terbilang kecil, yakni 208.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau kurang dari satu persen dari keseluruhan impor kopi Turki senilai 146 juta dolar AS pada 2015.

Hal ini, dinilainya, tidak sebanding kapasitas Indonesia sebagai produsen sekaligus eksportir di posisi keempat terbesar dunia setelah Brazil, Columbia dan Vietnam.

Oleh karena itu, ia menyambut baik kuatnya minat pebisnis Turki untuk menjajaki impor kopi Indonesia.

"Kami siap memfasilitasi keinginan menjalin hubungan bisnis dengan produsen kopi Indonesia," ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, para importir Turki mengharapkan dapat menjalin hubungan dengan produsen kopi Indonesia yang serius dan bisa dipercaya disamping produk kopi yang berkualitas dan harga kompetitif.

Sebagai langkah awal, ia pun akan menyediakan sejumlah sampel kopi dari beberapa sentra produksi tanah air, seperti Aceh, Sumatra Utara dan Toraja.

Berbagai masukan yang didapat dari kegiatan tersebut nantinya juga akan disampaikan dalam kesempatan forum promosi kopi Aceh yang diadakan di Banda Aceh pada akhir Maret 2017.

Dari pertemuan tersebut, menurut dia, diketahui bahwa para pengusaha importir kopi tidak saja memasarkan produk kopi olahannya di pasar domestik, tetapi juga kawasan sekitar utamanya Timur Tengah dan Asia Tengah.

Meskipun tidak memproduksi kopi, Turki merupakan tempat lahirnya Turkish Coffee yang mendunia. Dengan populasi 80 juta, negara tersebut juga dikenal dengan tradisi panjang minum kopi. Hal iitu merupakan peluang yang tidak dapat dipandang sebelah mata dalam rangka peningkatan ekspor kopi Indonesia ke pasar global.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga