Rabu, 20 September 2017

Ribuan ikan di Sungai Alin mati

| 5.805 Views
Ribuan ikan di Sungai Alin mati
Seorang anak mengamati ikan-ikan yang mati di Danau Maninjau, Nagari Dua Koto, Agam, Sumatera Barat, Sabtu (20/2/2016). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww/16)
Simpang Empat, Sumbar, (ANTARA News) - Ribuan ekor ikan di aliran Sungai Batang Alin Jorong Sungai Tanang Kecamatan SungaiAur Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mati.

"Benar, warga menemukan ribuan ikan mati yang penyebabnya hingga saat ini belum diketahui karena kita masih menunggu hasil laboratorium," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Edi Busti di Simpang Empat, Minggu.

Pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian ribuan ikan tersebut. Apakah karena aliran limbah pabrik kelapa sawit yang ada atau penyebab lainnya.

"Hasil observasi kami bersama anggota, ikan yang mati di hilir dan saat ini masih menunggu hasil labor karena sampel air dan ikan sudah diambil," katanya.

Penemuan ribuan ikan yang mati mengapung tersebut sejak Sabtu (18/3) sampai Minggu (19/3). Peristiwa tersebut menghebohkan warga setempat.

Warga kesal karena peristiwa serupa sudah pernah terjadi sebelumnya. Namun, pihak terkait masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab kematian ikan tersebut.

Untuk memastikannya Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat masih menunggu hasil uji ke UPTD Balai laboratorium kesehatan di Provinsi Sumbar terhadap sampel air sungai dan ikan mati.

"Nanti akan diketahui penyebab ikan mati tersebut dari hasil uji laboratorium. Apakah betul karena limbah cair pabrik kelapa sawit atau karena ada penyebab lain," kata dia.

"Kita belum memastikan apakah penyebab ikan mati itu akibat limbah atau tidak. Kita tunggu saja hasil labor," ujarnya.

Sementara itu Kepala Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu Farel membenarkan adanya ribuan ikan mati di Sungai Batang Alin tersebut.

"Apa penyebab pastinya belum kami ketahui. Kami masih menunggu hasil labor dari Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat," katanya.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga