Senin, 26 Juni 2017

Saldi Isra siap dikritik sebagai Hakim MK

| 3.813 Views
Saldi Isra siap dikritik sebagai Hakim MK
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK Saldi Isra (kiri) berjabat tangan dengan Ketua MK Arief Hidayat usai pelantikan Hakim MK oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4/2017). (ANTARA/Rosa Panggabean)
Ya, dulu saya cukup keras mengkritik MK. Sekarang saya di dalamnya, dan siap menerima kritik."
Jakarta (ANTARA News) - Hakim Konstitusi Saldi Isra menyatakan siap menerima kritik yang membangun terkait dengan kinerjanya sebagai bagian dari Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya siap dikritik. Ini merupakan konsekuensi sebagai bagian dari internal di sini," ujarnya, seusai acara penyambutan di Gedung MK, Jakarta, Selasa.

Prof. Dr. Saldi Isra, SH, MPA selama ini dikenal pula sebagai sebagai guru besarilmu hukum tata negara di Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, dan aktivis anti-korupsi yang kerap menyampaikan kritik kepada MK.

"Ya, dulu saya cukup keras mengkritik MK. Sekarang saya di dalamnya, dan siap menerima kritik," ujarnya.

Saldi hari ini dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), atas masukan panitia seleksi, menjadi Hakim MK menggantikan Patrialis Akbar lantaran terkena kasus dugaan korupsi/gratifikasi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mengatakan bahwa dirinya memiliki beberapa masukan untuk perbaikan kinerja dan kinerja MK menuju masa depan.

"Ada beberapa pemikiran yang sudah saya tuangkan ke dalam tulisan," kata alumni Master of Public Administration (MPA) dari Universitas Malaya, Malaysia, pada 2001 itu.

Ia meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 2009 dengan predikat sangat memuaskan (cum laude).

Pria kelahiran Paninggahan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 20 Agustus 1968 tersebut banyak menulis buku dalam dunia tata negara dan dukungan kepada gerakan anti-korupsi, antara lain Obstruction of Justice diterbitkan Themis Books, Jakarta (2015), dan  "Membangun Demokrasi, Membongkar Korupsi" diterbitkan oleh Rajawali Pers, Jakarta (2010).

Ia juga meraih banyak penghargaan, seperti Megawati Soekarnoputri Award sebagai Pahlawan Muda Bidang Pemberatansan Korupsi (2012), Tokoh Muda Inspiratif versi Kompas (2009) dan Bung Hatta Anti-Corruption Award (2004, serta Mahasiswa Berprestasi Utama Tingkat Nasional 1994, kemudian lulus fakultas hukum Unand pada 1995 dengan predikat sangat memuaskan dengan banyak pujian (summa cum-laude).

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga