Sabtu, 22 Juli 2017

Menteri Yohana: Shelter Makassar jadi "role model" Indonesia

| 2.842 Views
Menteri Yohana: Shelter Makassar jadi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Yohana Yambise (ANTARA/M Agung Rajasa)
Makassar (ANTARA News) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yambise mengaku puas dan menyebut Shelter (perlindungan) di Makassar menjadi teladan atau "role model" di Indonesia.

"Saya sudah beberapa kali keluar negeri dan belajar banyak di negara-negara maju mengenai perlindungan perempuan dan anak, dan Makassar sudah selangkah di depan dengan Shelternya yang sudah jadi role model di Indonesia," ujar Yohana Yambise saat mengunjungi Shelter di Kecamatan Panakkukang Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, sekretariat atau tempat-tempat perlindungan (shelter) untuk perempuan dan anak di Makassar sudah ada dihampir semua kecamatan.

Bahkan shelter yang ada di Makassar ini telah berjalan baik karena mampu memfasiltasi kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan dalam memenuhi hak korban yaitu hak atas kebenaran, hak atas perlindungan, hak atas keadilan dan hak atas pemulihan/pemberdayaan.

Yohana juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pemerintah kota Makassar karena mampu memaksimalkan peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui program-programnya.

"Pak wali kota ini sudah menjalankan apa yang sudah dijalankan di negara-negara maju. Saya sudah banyak mengunjungi negara luar dan belajar tentang perlindungan perempuan dan anak, di Makassar itu saya dapat seperti di luar negeri," katanya.

Yohana mengaku jika shelter yang ada di Makassar sudah mampu mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kesetaraan gender diberbagai bidang kehidupan perempuan dan anak secara menyeluruh.

Shlter di Makassar juga sudah melakukan upaya preventive (pencegahan) kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melakukan pendidikan publik secara keseluruhan melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi, kampanye, dan lain-lain

Kemudian memfasilitasi upaya pemberdayaan ekonomi perempuan bagi kelompok-kelompok yang rentan terhadap tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan membangun koordinasi dengan berbagai lembaga penyelenggara kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan.

"Tujuannya memang itu memfasilitasi upaya peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak di sektor pendidikan, kesehatan, keagamaan atau Syariat Islam, ekonomi, politik, sosial dan budaya, melalui koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait," terangnya.

Ia mengaku, dengan shelter yang dijalankan di Makassar, pihaknya akan mereplikasinya dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia karena Makassar sudah cukup berhasil.


Baca juga: (Warga harapkan gubernur terpilih selesaikan proyek MRT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga