Madrid (ANTARA News) - Dukungan untuk kemerdekaan Catalunya dari Spanyol turun ke tingkat terendah sejak wacana pemisahan muncul ke masyarakat pada 2012, kata survai pada Jumat.

Namun, persentase pendukung dan yang menolak Catalunya merdeka masih seimbang menjelang referendum pada Oktober mendatang.

Sekitar 41,1 persen warga Catalunya lebih memilih pembentukan negara merdeka, kata jajak pendapat pada Juni oleh lembaga pemerintah daerah Pusat Kajian Pendapat Umum (CEO), atau turun dari 44 persen dari yang tercatat pada Maret dan Desember tahun lalu.

Di sisi lain, pesentase yang secara giat berkampanye menentang pemisahan dari Spanyol justru naik menjadi 49,9 persen pada bulan sama, berbanding 48,5 persen pada Maret.

Pemimpin daerah Carles Puigdemont menyiapkan pemungutan suara untuk referendum perceraian Catalunya dari 16 daerah lain Spanyol pada 1 Oktober mendatang, meski pemerintah pusat menyatakan bahwa rencana tersebut tidak sah dan akan melakukan upaya untuk menggagalkannya.

Wacana kemerdekaan di Catalunya, region pusat industri Spanyol dengan penduduk paling banyak yang mempunya bahasa sendiri, mulai mendapatkan momentum sejak terjadinya krisis ekonomi nasional. Saat itu, sejumlah tokoh lokal mengatakan bahwa region tersebut akan lebih sejahtera jika berpisah dari induknya.

Dalam Pasal 155 konstitusi Spanyol, pemerintah pusat di Madrid berwenang untuk mengintervensi administrasi daerah dan memaksa mereka membatalkan pemilihan umum. Mereka juga bisa melibatkan kepolisian atau membubarkan otoritas pemerintah daerah untuk berkuasa.

Meski punya kewenangan, intervensi langsung sering dinilai sebagai pilihan terakhir. Dan konfrontasi antara Barcelona dan Madrid berpotensi berkembang menjadi persoalan hukum yang berlarut-larut serta digelarnya pemilihan umum regional.

Puigdemont mengatakan bahwa jika pilihan merdeka menang dalam referendum Oktober, pemerintah regional akan menyatakan kemerdekaan dalam jangka waktu 48 jam.

Jika sebaliknya yang terjadi, maka pemilihan umum daerah akan dipercepat.

Catalunya menggelar referendum tidak-mengikat pada 2014 dengan tingkat peranserta rendah dan dianggap tidak sah oleh Madrid. Pada saat itu, 80 persen pemilih menyatakan dukungan pemisahan diri, demikian Reuters melaporkan.

(Uu.G005)/B002)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2017