Rabu, 18 Oktober 2017

Indonesia Rendezvous ke-23: Upaya industri asuransi cegah praktik penipuan

| 1.725 Views
Indonesia Rendezvous ke-23: Upaya industri asuransi cegah praktik penipuan
Ketua AAUI Dadang Sukresna memberikan sambutan di acara Indonesia Rendezvous ke-23 yang digelar pada 11-14 Oktober 2017, di Bali. (Antara)
Indonesia Rendevous 2017 akan berfokus pada isu praktik penipuan (fraud) pada industri asuransi, dan langkah apa saja yang harus diambil oleh industri dan pemerintah untuk meminimalisir risikonya
Bali (Antara) -- Konferensi asuransi internasional tahunan, Indonesia Rendezvous, kembali digelar tahun ini oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada 11-14 Oktober 2017 di Bali.

Dengan mengusung tema "Reforming The Fight Against Fraud in Insurance Industry", Indonesia Rendevous 2017 akan berfokus pada isu praktik penipuan (fraud) pada industri asuransi, dan langkah apa saja yang harus diambil oleh industri dan pemerintah untuk meminimalisir risikonya.

Ketua Pelaksana Indonesia Rendezvous ke-23, Rismauli Silaban mengatakan acara ini diikuti oleh 70 perusahaan asuransi dari sembilan negara diantaranya dari Malaysia, Singapura, Afrika Selatan, dan Thailand.

“Kami berharap acara ini dapat memberikan kesempatan untuk dapat membangun dan memperkuat hubungan di antara perusahaan asuransi terutama pada isu penipuan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela event tersebut di Bali, Rabu (11/10).

Direktur Teknik Pengembangan Indonesia Re Adi Pramana, yang juga merangkap sebagai Chairman of International Relation AAUI mengatakan, industri asuransi sangat rentan dengan praktik penipuan apalagi dengan biaya akuisisi yang tinggi, pertumbuhan ekonomi, dan kemajuan teknologi.

"Dari waktu ke waktu, dalam kegiatan bisnis sehari-hari kita menemukan kasus penipuan atau upaya kecurangan yang tidak hanya terkait dengan klaim tapi juga selama proses akuisisi bisnis. Terkadang tindakan kecurangan bisa luput dari perhatian, maka akan membawa biaya tambahan yang tidak perlu bagi perusahaan," katanya.

Selain itu perkembangan teknologi dan internet yang pesat memberikan dampak bagi kemunculan jenis risiko baru dalam bidang cyber. "Hal ini juga menimbulkan potensi aksi penipuan baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya," ujarnya

Dibuka oleh Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non-Bank, Riswinandi, Indonesia Rendezvous ke-23 diisi rangkaian acara seperti seminar dan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari dalam dan luar negeri yaitu: Direktur Pengawasan Asuransi & BPJS Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Nasrullah; General Manager Departemen Internasional General Insurance Association Japan (GIAJ) Mamoru Otsubo; Direktur Eksekutif Ernst & Young Kanny Lee; President Direktur PT. Admedika, Budi Setyawan Wijaya; Biro Kredit Pefindo  Yohanes Arts Abimanyu; dan dimoderatori oleh Wakil Presiden Direktur PT. Asuransi MSIG Indonesia, Bernardus P. Wanandi.

Editor: PR Wire

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga