Tiga ABK Tugboat Diduga Terjebak di dalam Kapal

Selasa, 25 Desember 2007 21:11 WIB | 743 Views

Surabaya (ANTARA News) - Ketiga ABK Tug Boat TJA 2811 berbendera Singapura, yakni Edi Sulistyo, Edi Prasetyo, dan Hasanudin yang hingga kini belum ditemukan setelah tenggelam di Selat Bali diduga kuat terjebak di dalam kapal.

"Informasinya, ketiga ABK itu semuanya orang mesin. Sejak awal saya menduga, saat kecelakaan mereka berada di kamar mesin sehingga sulit untuk menyelamatkan diri," kata Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful kepada ANTARA News di Surabaya, Selasa.

Akibat besarnya ombak di perairan Selat Bali, kapal tugboat berbendera Singapura yang tengah menarik kapal tongkang bermuatan 13 ribu metrik batu bara, Minggu (23/12) sekitar pukul 09.14 hilang. Tujuh ABK dan nakhoda kapal dinyatakan selamat, sementara tiga ABK hilang.

Menurut Kadispen, kemungkin besar hilangnya kapal itu terjadi karena nakhodanya salah perhitungan mengenai kondisi cuaca dan ombak yang memang sedang besar. Karena salah perhitungan itu, maka diduga saat menerjang ombak, kapalnya miring dan tenggelam.

Ia menjelaskan, saat ini TNI AL dari Stasiun TNI AL (Sional) Banyuwangi sudah mengerahkan puluhan personel dan sedikitnya dua kapal TNI AL (KAL) yang beroperasi di Banyuwangi.

"Mengenai perkembangan terakhir dari upaya pencarian itu, kami belum tahu laporannya," kata Kadispen.(*)


Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Ramai-ramai mencoblos di TPS "Piala Dunia"

Ramai-ramai mencoblos di TPS Warga Kelurahan Sungai Biru Banjarmasin, Kalimantan Selatan, antusias datang ke TPS 01 "Piala Dunia", di kota ...

Pemerintah yakin guru terima Kurikulum 2013

Pemerintah yakin guru terima Kurikulum 2013Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh yakin Kurikulum 2013 bisa diterima baik oleh guru. ...

Legislator minta pemerintah awasi pembagian THR

Legislator minta pemerintah awasi pembagian THRAnggota Komisi IX DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan ...