counter

Laporan dari China

Kapal induk terbaru China tampung lebih banyak jet tempur

Kapal induk terbaru China tampung lebih banyak jet tempur

Penampakan kapal induk generasi kedua China saat kembali ke doknya di Dalian, Provinsi Liaoning, setelah uji coba pertama pada 18 Mei 2018. (chinamil.com)

Beijing (ANTARA) - Kapal induk generasi kedua yang merupakan jenis terbaru milik China mampu menampung lebih banyak pesawat tempur dibandingkan dengan generasi pertama.

Kapal induk terbaru China mampu mengangkut 36 unit jet tempur jenis J-15 buatan dalam negeri, sedangkan generasi pertama hanya mampu 24 unit, demikian laman resmi militer China yang dipantau Antara di Beijing, Rabu.

Meskipun generasi kedua bertipe 001A mirip dengan generasi pertama Liaoning, kapal tersebut memiliki landas pacu yang memadai, area persenjataan yang lebih sempit, super struktur yang lebih kecil namun ada pelebaran pada area dek.

Pengamat armada laut Li Jie mengatakan bahwa kapal induk terbaru China itu juga memiliki hanggar yang lebih luas, namun gudang persenjataannya lebih kecil daripada Liaoning.

"Dengan model yang lebih besar maka memungkinkan bagi kapal induk generasi kedua mengangkut lebih banyak 50 persen jet tempur J-15 daripada yang lama," ujarnya.

Selain itu, kapal tersebut juga mampu mengangkut beberapa pesawat lainnya, termasuk sejumlah helikopter.

Beberapa kapal induk yang dioperasikan Amerika Serikat lebih besar ukurannya, seperti Nimitz yang mampu mengangkut 60 unit pesawat, sedangkan Ford bisa menampung 75 unit.

Direktur Utama China Shipbuilding Industry Corporation sekaligus kepala proyek kapal induk generasi terbaru, Hu Wenming, mengemukakan bahwa China sekarang memiliki tim pengembangan dan konstruksi yang lebih maju dengan rata-rata usia anggota tim 36 tahun.

"Apa pun tipe kapal induk yang diinginkan oleh negara, kami siap membuatnya sendiri," ujarnya saat diwawancarai CCTV, stasiun televisi resmi pemerintah China.

Baca juga: China luncurkan kapal induk buatan dalam negeri

Baca juga: Kapal induk China tinggalkan Taiwan

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar