counter

Teknologi Balitbangtan mampu perpanjang umur simpan buah

Teknologi Balitbangtan mampu perpanjang umur simpan buah

Ilustrasi. Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar memeriksa buah Mangga siap ekspor saat kegiatan pelepasan ekspor komoditas unggulan Bali di kawasan kargo logistik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (7/8/2019). Sejumlah komoditas unggulan Bali seperti Mangga, Daun Bawang, Day Old Chicken (DOC), Jerami, Eceng Gondok dan kerajinan dari batok kelapa senilai Rp13,5 miliar tersebut diekspor ke sejumlah negara yaitu, Rusia, Swiss, Amerika Serikat, Turki, Australia, Hongkong, Taiwan dan Belanda. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.

Dengan umur simpan yang panjang, eksportir maupun pedagang buah tidak perlu khawatir lagi produknya akan rusak ketika menempuh perjalanan yang lama
Jakarta (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian berhasil mengembangkan teknologi yang mampu memperpanjang umur simpan buah-buahan sebagai salah satu upaya mendukung ekspor komoditas hortikultura tersebut.

Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian Prayudi Syamsuri di Jakarta, Rabu mengatakan, umur simpan buah yang pendek menyebabkan petani, pedagang dan eksportir buah menjadi rugi, .Buah tidak dapat disimpan dan dijajakan apalagi ditransportasikan dalam waktu yang lama.

Ketika buah dipanen, lanjutnya, buah masih melakukan aktifitas metabolisme. Metabolisme menjadi penting karena salah satu hasil dari proses tersebut adalah buah menjadi matang dan siap dikonsumsi.

"Namun, metabolisme yang terlalu cepat akan menyebabkan proses pematangan buah menjadi semakin cepat, sehingga umur simpan buah menjadi pendek. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan upaya guna mengendalikan prosesnya," katanya melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Mentan diterima Presiden Argentina, sepakati ekspor buah tropis

Terkait hal itu, Balai Besar Litbang Pascapanen mengembangkan upaya sebagai solusi dalam mengatasi hal tersebut yakni melalui Teknologi Kemasan aktif nano zeolit KMnO4.

Menurut dia, Teknologi Kemasan aktif nano zeolit yang dikombinasikan dengan penyimpanan pada suhu dingin akan mampu memperpanjang umur simpan buah-buahan.

Beberapa hasil penelitian Balai Besar Litbang Pascapanen, membuktikan bahwa dengan kemasan aktif tersebut buah pisang dapat disimpan selama lebih dari 25 hari pada suhu 25°C, nanas dapat disimpan selama lebih dari 20 hari pada suhu 25°C, dan manggis tahan disimpan selama lebih dari 30 hari di suhu 10-12°C.

"Dengan umur simpan yang panjang, eksportir maupun pedagang buah tidak perlu khawatir lagi produknya akan rusak ketika menempuh perjalanan yang lama," katanya.

Prayudi mengatakan pihaknya telah mengembangkan teknologi tersebut ke dalam bentuk sachet sehingga sangat mudah digunakan dimana untuk setiap 1 kilogram buah cukup dengan 1 sachet.

Oleh karena itu teknologi kemasan aktif tersebut menjadi salah satu teknologi yang direkomendasikan oleh Balai Besar Pascapanen dalam mengatasi pendeknya umur simpan produk hortikultura umumnya dan khususnya untuk produk buah-buahan.

"Dengan semakin panjangnya masa simpan buah, akan memberikan peluang bagi eksportir untuk mengekspor beragam buah lokal Indonesia dengan jangkauan negara tujuan lebih jauh lagi," katanya.

Sementara itu untuk pedagang besar maupun pedagang eceran kecil, lanjutnya, akan dapat menekan kerugian yang biasa terjadi akibat buah yang tidak langsung terjual ketika dipajang.

Baca juga: Kemenko Perekonomian dorong ekspor hortikultura
Baca juga: Pengamat harapkan peningkatan ekspor buah ke China

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mentan perkenalkan buah “siapa” untuk pasar Jepang

Komentar