Yangon, (ANTARA News) - Topan telah menewaskan hampir empat ribu orang dan ribuan lainnya hilang di Myanmar, ungkap media pemerintah, Senin. Berita terakhir menyatakan pemerintah Myanmar telah memberikan izin bagi masuknya bantuan internasional ke negara berpenduduk 53 juta jiwa itu dengan koordinasi badan PBB. Jumlah korban tewas itu baru mencakup dua dari lima zona bencana. "Jumlah tepatnya adalah 3.934 orang tewas, 41 terluka dan 2.934 hilang di bagian Yangon dan Irrawaddy," ungkap TV Myanmar, tiga hari setelah Topan Nargis yang berupa badai dengan kecepatan angin 190 km. per jam, menghantam delta Irrawaddy. Sebelumnya, laporan resmi menyebutkan korban tewas 351 orang, tapi jumlah korban telah diperkirakan meningkat setelah pihak berwenang mencapai pulau dan desa terparah di delta tersebut. Dua kapal angkatan laut India yang dimuati dengan makanan, tenda, selimut, pakaian dan obat akan berlayar menuju Yangon segera, kata kementerian luar negeri India. Tawaran bantuan juga datang dari Singapura dan Thailand, sementara Uni Eropa mengatakan mereka memiliki staf kemanusiaan tambahan yang bersiaga dan siap untuk memberikan bantuan kemanusiaan secepat mungkin. Badai besar terakhir yang merusak Asia adalah Badai Sidr yang menewaskan tiga ribu orang di Bangladesh November lalu. Di bekas ibukota Yangon, harga makanan dan bahan bakar melonjak seiring badan bantuan berjuang untuk mengirim pasokan darurat dan menilai kerusakan di lima zona bencana yang dihuni 24 juta orang.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2008