Milan (ANTARA News) - Pemain belakang Inter Milan, Marco Materazzi minta maaf karena menjadi eksekutor penalti yang gagal dalam pertandingan imbang 2-2 lawan Siena di kandang sendiri, Minggu. Seyogyanya pimpinan Serie A itu merebut gelar jika menang, tapi hanya unggul satu poin dari tim di urutan kedua, AS Roma, dengan menyisakan satu pertandingan akhir pekan depan. Inter ke tim yang terancam degradasi, Parma dan Roma menghadapi klub yang mengalami kesulitan Catania. Dengan pengambil penalti reguler Zlatan Ibrahimovic absen bermain karena cedera, Materazzi berdebat dengan rekan satu timnya dan striker utama Julio Cruz mengenai siapa yang seharusnya menjadi algojo dalam tendangan bebas menit ke-78 itu, yang dengan mudah mampu dihambat kiper Siena, Alex Manninger. "Saya minta maaf, saya seharusnya membiarkan Julio melakukannya dan saya sudah minta maaf kepada dia. Kini kita perlu berbenah dan berpikir mengenai Parma, itu akan serupa dengan final," kata senterbek Italia itu kepada Sky, seperti dikutip Reuters. Pelatih Inter, Roberto Mancini, yang timnya memimpin 11 poin Februari, tidak begitu gembira. "Marco seharusnya tidak mengambil penalti. Tapi mungkin Cruz akan gagal juga," kata pelatih berusia 42 tahun itu, yang posisinya terancam menurut beberapa laporan media yang menyebutkan mantan pelatih Chelsea Jose Mourinho sudah mengincar. Fans Inter fans yang memenuhi San Siro berharap akan merebut gelar, tapi sekitar 200 orang dari mereka tetap memprotes ketika pelatih tim berangkat setelah pertandingan. "Kembali bertugas," tulis media mengutip teriakan mereka. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008