counter

SDM Unggul Indonesia Maju

Akademisi : Asupan gizi cukup ibu hamil dapat cegah stunting

Akademisi : Asupan gizi cukup ibu hamil dapat cegah stunting

Ilustrasi - Petugas Kesehatan Puskesmas Muara Dua melakukan pemeriksaan stunting anak meliputi status gizi, berat badan dan tinggi badan di Desa Meunasah Alue, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (27/3/2019). (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Padang (ANTARA) - Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand) Padang Zulkarnain Agus mengemukakan pemberian asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil merupakan salah satu cara mencegah stunting pada bayi yang dikandungnya.

"Sejak tiga bulan pertama kehamilan, otak anak sudah terbentuk sekitar 40 persen, jika makanan yang dikonsumsi oleh ibu saat hamil tidak sempurna maka asupan gizi untuk anak juga berkurang"  kata dia di Padang, Senin.

Ia menilai selain kurangnya asupan gizi ibu saat hamil dan minimnya asupan air susu ibu (ASI) pada bayi berpotensi menjadikan bayi stunting hingga 80 persen.

Biasanya kebanyakan ibu-ibu merasakan mual pada saat hamil, sehingga makanan yang masuk menjadi berkurang begitu juga pada sang bayi.

Sehingga bayi yang lahir hanya mencapai 2,8 kilogram dengan panjang badan kurang dari 50 centimeter diprediksi stunting, karena berat bayi yang ideal yakni 3 kilogram dan panjang bayi di atas 50 centimeter.

"Oleh sebab itu saat hamil, sang ibu dianjurkan agar makan lebih banyak, supaya bayi yang ada dalam kandungan mendapatkan asupan gizi yang kompleks," ujar dia.

Ia juga mengatakan potensi tinggi seseorang sudah terlihat sejak lahir.

Ketentuan untuk melihat seseorang tidak stunting yakni dilihat dari panjang badan mencapai 52 centimeter, memperoleh ASI secara ekslusif, mengonsumsi makanan yang sehat, dan rajin ditimbang ke puskesmas.

"Dengan cara ini tinggi anak akan mencapai 180 centimeter, dan bahkan anak tersebut akan cerdas," sambung dia.

Hingga saat ini ia masih menemukan sejumlah anak-anak yang lahir berat badannya kurang dari 3 kilogram dan panjang bayi jarang yang di atas 50 cm.

"Tentunya hal ini akan berpotensi menambah jumlah stunting di Indonesia khususnya di Kota Padang," sambung dia.

Ia juga mengatakan berdasarkan hasil Program Penilaian Siswa Internasional (PISA tes) yang diadakan oleh Organisasi Untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada 2018 di 70 negara terhadap kinerja skolastik siswa dalam pelajaran matematika, sains dan membaca, Indonesia berada di posisi ke 62.

"Negara yang meraih posisi lima besar ialah Singapura, Hongkong, Jepang, Macau, dan Estonia," sambung dia.

Tentu hal ini menjadi tugas besar bagi pemerintah untuk memperbaiki generasi bangsa agar tidak menjadi negara yang tertinggal dari negara lainnya, khususnya mengatasi stunting sejak dini.

Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Para pedagang sayur yang berburu ibu hamil

Komentar