Jakarta (ANTARA News) - Kurs rupiah, Rabu pagi, melemah dan hampir mencapai angka Rp9.300 per dolar AS, menyusul berlanjutnya aksi beli dolar pelaku pasar akibat kekhawatiran atas unjukrasa mahasiswa yang memprotes rencana pemerintah menaikkan harga BBM. "Berlanjutnya aksi demo mahasiswa menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar dan mendorong mereka untuk membeli dolar AS, sehingga mata uang itu menguat," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova, di Jakarta, Rabu. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 27 poin menjadi Rp9.285/9.290 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.258/9.277. Dikatakannya, rupiah kemungkinan akan terus melemah hingga di atas Rp9.300 per dolar AS, namun pada angka tersebut Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan masuk pasar. BI akan melakukan intervensi untuk mencegah rupiah terpuruk lebih jauh, apalagi BI mempunyai cadangan devisa yang cukup besar, ucapnya. Rupiah untuk sementara ini akan berada di bawah tekanan pasar dan tekanan itu akan semakin besar apabila harga minyak mentah dunia kembali bergejolak. Apalagi pasar eksternal juga cenderung menekan rupiah, seperti pasar saham regional yang melemah akibat merosot bursa Wall Street, katanya. Menurut dia, rencana kenaikan harga BBM sebesar 30 persen akan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang semula ditargetkan di atas 6 persen akan turun menjadi di bawah enam persen. Kondisi ini pada gilirannya akan menekan daya beli masyarakat semakin berkurang, akibatnya banyak investor asing yang akan mengalihkan dananya ke pasar lain, ucapnya. Meski saat ini investor asing masih bermain di pasar domestik, akibat selisih tingkat suku bunga rupiah terhadap dolar AS yang tinggi. Namun apabila pertumbuhan ekonomi nasional terus melemah, kemungkinan besar investor asing akan mencari pasar baru yang menarik. Nilai tukar dolar AS terhadap yen naik 0,1 persen menjadi 104,82 dan terhadap euro mencapai 1,5469. Pasar bergerak membeli dolar AS, setelah Ketua Bank sentral AS (The Fed) Bernanke menyatakan bank sentral siap mendukung likuiditas pasar finansial, katanya. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008