counter

OJK: Pemda pelajari proyek yang dibiayai dari obligasi daerah

OJK: Pemda pelajari proyek yang dibiayai dari obligasi daerah

Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen (tengah) dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di Jakarta, Jumat. (23/8/219). ANTARA/ Zubi Mahrofi

Beberapa daerah sedang persiapkan proyek dan mempelajarinya agar pembiayaanya tidak tumpang tindih dengan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengemukakan bahwa beberapa pemerintah daerah masih mempelajari sejumlah proyek yang akan dibiayai dari penerbitan obligasi pemda atau municipal bond.

"Beberapa daerah sedang persiapkan proyek dan mempelajarinya agar pembiayaanya tidak tumpang tindih dengan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," ujar Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan bahwa proyek yang dibangun dari dana hasil penerbitan obligasi pemerintah daerah harus bisa menghasilkan agar dapat membayar kupon dan nilai pokok obligasi pemerintah daerah itu tepat waktu.

Baca juga: Bappenas: tak semua pemda layak terbitkan obligasi

Untuk menerbitkan obligasi daerah, Hoesen memaparkan, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui oleh pemerintah daerah, mulai dari meminta izin DPRD hingga Kemententrian Keuangan.

"Obligasi daerah diatur oleh Undang-undang mengenai pinjaman daerah, harus melalui proses di DPRD, lalu ke Kemententrian Dalam Negeri, selanjutnya Kemendagri akan merekomendasikan ke Kemenkeu," katanya.

Di Kemenkeu, ia mengemukakan, juga akan dilakukan penelaahan terhadap proyek yang akan dikerjakan, apakah terjadi tumpang tindih dengan APBN/APBD.

"Setelah Proses itu dilewati, Kemenkeu akan menetapkan jumlah nilai penerbitan dan kelayakan proyek pemerintah daerah. Setelah itu baru melakukan registrasi ke OJK," katanya.

Dalam proses penerbitan obligasi pemerintah daerah itu, ia mengatakan mekanisme pengajuan izinnya relatif sama seperti perusahaan melakukan penerbitan obligasi.

"Kelayakan proyek dan kelengkapan dokumen menjadi salah satu yang dinilai," katanya.

Terkait sosialisasi, Hoesen mengatakan, OJK telah melakukan sejumlah kegiatan mengenai obligasi pemerintah daerah, diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan beberapa pemerintah daerah di Sumatra.

"Sekitar delapan Pemda kita sudah sosialisasi, targetnya 10 Pemda tahun ini," ucapnya.

Baca juga: DPRD Jateng kaji rencana penerbitan obligasi daerah
Baca juga: OJK : Pemerintah daerah dapat manfaatkan pasar modal untuk biayai pembangunan

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marak pinjaman online, OJK sosialiasikan tips aman

Komentar