counter

Pesawat ruang angkasa Rusia yang membawa robot gagal bergabung

Pesawat ruang angkasa Rusia yang membawa robot gagal bergabung

Ilustrasi pesawat antariksa Soyuz TMA-16M dibawa ke landasan luncurnya di Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, beberapa waktu lalu. Pesawat Soyuz TMA-16M membawa kosmonot Rusia Mikhail Kornienko dan Gennady Padalka, serta astronot NASA Scott Kelly, menuju Stasiun Antariksa Internasional. (REUTERS/Maxim Zmeyev )

Moskow (ANTARA) - Pesawat ruang angkasa Rusia, Soyuz, yang membawa robot manusia, gagal bergabung dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Sabtu, demikan dilaporkan kantor berita Rusia yang mengutip sebuah siaran langsung.

FEDOR (Final Experimental Demonstration Object Research), adalah robot yang dalam perjalanan menuju stasiun ISS pada misi yang direncanakan selama dua minggu untuk mendukung awak dan menguji ketrampilannya.

Proses penggabungan atau pengaitan, semula direncanakan pada pukul 05:30 GMT, mengalami kegagalan karena tidak berjalannya sistem pengaitan otomatis, demikian dikutip kantor berita Interfax.

Baca juga: Mengenang 108 Menit Manusia Pertama di Antariksa

Pesawat ruang angkasa tersebut saat ini berada sekitar 96 meter dai stasiun ISS dan para petugas mencoba untuk mengaitkan lagi pada Senin pagi.

Skybot F-850 adalah robot manusia pertama yang dikirim oleh Rusia. NASA juga pernah mengirim robot manusia, Robonaut 2 ke ruang angkasa pada 2011 untuk bekerja di lingkungan yang berbahaya bagi manusia.

Baca juga: Rusia luncurkan pesawat antariksa Soyuz berawak internasional

FEDOR adalah robot dengan postur sebesar manusia dewasa dan bisa melakukan gerakan seperti manusia.

ISS adalah proyek kerjasama luar angkasa yang melibatkan AS, Rusia, negara Eropa, Jepang dan Kanada.

Baca juga: Rusia terbangkan astronot dari bumi sendiri

Sumber: Reuters

Penerjemah: Atman Ahdiat
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

World Premiere Suzuki New Carry tampil di Jakarta

Komentar