Dinkes Singkawang siapkan 60.000 masker untuk antisipasi ISPA

Dinkes Singkawang siapkan 60.000 masker untuk antisipasi ISPA

Kabut Asap di Kota Singkawang Salah satu pejabat di Lingkungan Dishubkominfo Kota Singkawang membantu memakaikan masker pada salah satu Aparatur sebelum melakukan aktivitas apel, Kamis (10/9). (MC Singkawang/Lia Savona)

saya yakin kabut asap pasti bisa berkurang
Pontianak (ANTARA) - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang saat ini sudah mempersiapkan puluhan ribu masker untuk mengantisipasi penyakit ISPA, bilamana Singkawang sudah diselimuti kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Mursalin mengatakan, saat ini masker yang tersedia ada sebanyak 60 ribu buah.

"Puluhan ribu masker ini disiapkan untuk mengantisipasi penyakit ISPA terutama kepada daerah-daerah yang memang sudah terjadi karhutla khususnya di Singkawang," kata Mursalin, Minggu.

Sehingga, pemberian masker secara gratis ini hanya difokuskan kepada daerah-daerah yang memang berisiko terhadap penyakit ISPA.

Dia menambahkan, sementara ini sudah ada permintaan dari Puskesmas Timur 2 daerah Mayasofa dan Klinik Kesehatan Brigif 19 Khatulistiwa Singkawang.

"Masing-masing instansi mengajukan permintaan ke Dinkes sebanyak 1.500 masker," ujarnya.

Tak menutup kemungkinan, beberapa hari ke depan permintaan akan masker juga akan datang dari Puskesmas Singkawang Selatan. "Mengingat di wilayah tersebut juga sangat rentan terjadinya karhutla," ungkapnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, masalah kabut asap erat kaitannya dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa hari ini.

"Selagi pemerintah pusat bersinergi dengan pemda dalam menegakkan aturan saya yakin kabut asap pasti bisa berkurang," kata Sumberanto.

Disamping itu titik-titik kebakaran hutan dan lahan yang sudah terdeteksi harus segera dipadamkan.

Untuk Pemkot Singkawang, dirinya juga berharap mewaspadai kalau sampai kabut asap semakin tinggi dan tebal, karena curahan hujan yang minim disamping titik-titik kebakaran hutan dan lahan belum dipadamkan.

"Saya juga mengimbau kepada masyarakat Singkawang, mulai dari sekarang berhati-hati kalau belanja makanan dan minuman di luar, tentu kita berharap jangan sampai bermasalah karena kurang hygienis," ujarnya.

Baca juga: Singkawang butuh bantuan heli water bombing padamkan lahan terbakar
Baca juga: Sebulan tidak hujan, Singkawang antisipasi karhutla
Baca juga: Kabut asap mulai singgahi Singkawang

 

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Musim pancaroba, Dinkes Madiun waspadai kasus ISPA dan DBD

Komentar