BNPB: 17 KK diungsikan akibat aktivitas Gunung Karangetang

BNPB: 17 KK diungsikan akibat aktivitas Gunung Karangetang

Material vulkanik gunung api Karangetang terpantau dari laut bagian barat Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Kamis (7/2/2019). Gunung tersebut masih mengeluarkan kepulan asap putih serta muntahan material vulkanik berupa lahar, batuan serta pasir sejauh 3.500 meter dan telah mencapai garis pantai. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/foc. (ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO)

Ponorogo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara telah mengungsikan 17 kepala keluarga dari Kampung Winangun Lindongan II setelah terjadi guguran batu lava panas Gunung Karangetang pada Minggu (25/8) pukul 17.00 WITA.

"Warga penyintas bertahan di Gereja Galilea yang bertempat di Kampung Kinali, Kecamatan Siau Barat Utara sebanyak 17 kepala keluarga atau 50 jiwa," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melalui siaran pers yang diterima di Ponorogo, Senin.

Agus mengatakan warga yang mengungsi telah mendapatkan bantuan berupa matras, beras dan triplek. Bantuan diberikan pemerintah kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melalui BPBD setempat. Proses evakuasi melibatkan TNI, BPBD dan aparat Kecamatan Sibarut.

Menurut pantauan Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) pada Minggu (25/8) pukul 18.00 WITA, guguran lava dari puncak kawah utama mengarah ke Kali Sense, Kali Nanitu dan Kali Pangi lk.

"Lava keluar sejauh 1.000 meter hingga 1.500 meter di Kali Sense dan Kali Nanitu, sedangkan leleran lava ke Kali Pangi Ik sejauh 2.000 meter. Pantauan visual lain, sering terjadi kepulan asap kelabu kecoklatan tipis hingga tebal, dan asap kawah putih tipis tampak dengan ketinggian hingga 25 meter," tuturnya.

Gunung Karangetang yang berketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut mengalami gempa guguran dengan jumlah amplitudo tiga milimeter hingga enam milimeter dengan durasi 53 detik hingga 60 detik.

Parameter tektonik jauh aktivitas hari itu menunjukkan tiga kali dengan amplitudo tujuh milimeter hingga 20 milimeter dengan durasi 40 detik hingga 81 detik.

PVMBG masih menetapkan status tingkat aktivitas Gunung Karangetang pada level III atau "Siaga".

Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diimbau agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu lingkar 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh empat kilometer yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Selanjutnya, masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. 

Baca juga: Status Gunung Karangetang-Sulawesi Utara siaga level III
Baca juga: Guguran lava Karangetang menyusuri Kali Pangi-Nanitu-Sense
Baca juga: Guguran lava Gunung Karangetang menyusuri empat sungai

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar