Basarnas : Batas pencarian korban kapal tujuh hari setelah kejadian

Basarnas : Batas pencarian korban kapal tujuh hari setelah kejadian

Keluarga korban kebakaran KM Santika Nusantara yang masih belum ditemukan mencari informasi di Posko Operasi SAR Basarnas Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (26/8). (Antara Jatim/ Hanif Nashrullah)

Surabaya (ANTARA) - Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto menegaskan, batas pencarian korban kebakaran KM Santika Nusantara di laut sekitar perairan Masalembu, Jawa Timur dilakukan tujuh haru setelah kejadian.

"Sesuai prosedur, pencarian korban kami lakukan selama tujuh hari terhitung sejak awal kejadian," katanya kepada wartawan di Surabaya, usai melakukan penyisiran korban menggunakan pesawat CN 235 milik TNI AL, Senin sore.

Hal itu dilakukan, kata Nugroho, mengingat jumlah korban yang telah dievakuasi ternyata jauh lebih banyak dari data "person on board" KM Santika Nusantara, sehingga Basarnas bersama Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian.

Nugroho mengatakan, saat dirinya mengikuti penyisiran bersama tim juga telah melihat bahwa sudah tidak ada lagi penumpang maupun awak kapal yang menjadi korban.

Sedangkan posisi bangkai KM Santika Nusantara telah bergeser akibat terseret arus dan gelombang sejauh 145 mil laut ke arah barat dari posisi semula terbakar di perairan Masalembu.

"Tadi saya ikut melakukan penyisiran bersama Tim SAR Gabungan untuk mencari korban barangkali ada yang tersisa. Menurut pantauan kami sudah bersih atau tidak ada lagi korban yang berada di laut," katanya.

Khususnya di sekitar bangkai KM Santika Nusantara, Nugroho mengungkapkan, hanya terlihat asap yang masih mengepul.

"Terhadap bangkai KM Santika Nusantara, kami perintahkan kepada perusahaan pemilik kapal agar segera menyeret ke wilayah pantai menggunakan Tug Boat untuk segera dilakukan pendinginan," ujarnya.

Setelah dilakuan pendinginan, kata Nugroho, petugas Basarnas bersama Tim SAR Gabungan, akan menyusuri bangkai KM Santika Nusantara untuk memastikan apakah masih ada korban yang terjebak di dalamnya.

KM Santika Nusantara diinformasikan terbakar di perairan Masalembu pada sekitar pukul 20.45 WIB, Kamis malam, 22 Agustus, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kapal jenis roll on - roll off (roro) itu, selain dilaporkan memuat 277 penumpang beserta awak kapal (person on board), juga memuat 90 unit kendaraan berbagai jenis.

Sejauh ini Basarnas bersama Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi sebanyak 311 orang, tiga di antaranya meninggal dunia.

Pantauan di Pos Komando (Posko) Operasi SAR Basarnas di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, hingga petang hari ini, sejumlah orang masih menunggu karena anggota keluarganya yang diketahui sebagai penumpang KM Santika Nusantara belum teridentifikasi.

Baca juga: Kemenhub akan perbaiki mekanisme penumpang kapal laut
Baca juga: Nelayan Lamongan selamatkan dua penumpang KM Santika yang terbakar
Baca juga: Basarnas: Jumlah korban kapal terbakar lebihi manifes


 

Pewarta: A Malik Ibrahim/ Hanif Nashrullah
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Basarnas terima 2 unit helikopter PTDI untuk proses evakuasi

Komentar