Sultra targetkan 17 kabupaten/kota bebas malaria pada 2025

Sultra targetkan 17 kabupaten/kota bebas malaria pada 2025

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sultra, drg. Hj Heny Trivianinas. (ANTARA/Harianto)

Penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap munculnya berbagai masalah sosial dan ekonomi, khususnya peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu hamil/melahirkan, bayi dan balita.
Kendari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menargetkan pada tahun 2025, semua 17 kabupaten/kota di wilayah Sultra dapat mencapai eliminasi malaria.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sultra, drg. Hj Heny Trivianinas, mengatakan saat ini dua kabupaten yang akan diasesmen  tim pusat untuk mendapatkan sertifikat eliminasi bebas malaria.

"Tahun 2019 ini, ada dua kabupaten yang akan diasesmen tim pusat untuk mendapatkan sertifikat eliminasi malaria yaitu Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan Kabupaten Wakatobi," kata drg. Heny Trivianinas, di Kendari, Rabu.

Namun, kerja keras masih perlu ditingkatkan lagi untuk pencapaian yang lebih maksimal dalam mengupayakan eliminasi malaria di semua kabupaten/kota sehingga kita dapat mencapai eliminasi malaria provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025.

Baca juga: Sembilan daerah di Sultra mendapat sertifikat eliminasi malaria

Baca juga: Ratusan warga Penajam Paser Utara terserang malaria


drg. Heny juga mengatakan malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Sulawesi Tenggara.

"Penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap munculnya berbagai masalah sosial dan ekonomi, khususnya peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu hamil/melahirkan, bayi dan balita," katanya.

Dalam rangka pengendalian penyakit malaria, banyak hal yang sudah maupun sedang dilakukan Dinas Kesehatan, baik dalam skala global maupun nasional.

Salah satunya adalah konsep Millenium Development Goals (MDGs) yang telah berakhir pada tahun 2015 dan dilanjutkan dengan konsep Sustainable Development Goals ( SDGs) dimana masa berlakunya dari tahun 2015 sampai 2030. Ditargetkan dapat menghentikan penyebaran dan mengurangi insiden malaria tahun 2030.

Pada tahun 2018, di Sulawesi Tenggara terdapat sembilan kabupaten/kota yang telah mendapat sertifikat eliminasi malaria yakni Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara (Kolut), Konawe, Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel), Buton Utara (Butur), Bombana, Kota Kendari dan Kota Bau-Bau.*

Baca juga: Peneliti LIPI temukan bahan baku obat anti kanker

Baca juga: Penajam Paser Utara masih endemis malaria

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WHO hentikan obat Malaria dalam uji coba COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar