Anggota DPR dukung langkah deportasi empat WNA di Papua

Anggota DPR dukung langkah deportasi empat WNA di Papua

Anggota DPR RI Sukamta (Foto: Istimewa) (/)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mendukung langkah pemerintah mendeportasi empat warga negara Australia karena ikut dalam demo mendukung Papua merdeka.

Dia menilai kasus di Papua bisa menjadi liar apabila memang benar ada keterlibatan warga negara asing di dalamnya.

"Karena itu apapun alasannya, akibat perbuatan mereka yang disadari atau tidak, saya setuju mereka dideportasi ke negara asal. Aparat jangan sampai lalai," kata Sukamta di Jakarta, Selasa.

Dia menilai, campur tangan warga asing dalam penyelesaian masalah Papua bisa jadi ancaman serius terhadap kedaulatan negara dan apabila bicara kedaulatan, maka harus tegas.

Baca juga: Pemblokiran internet, Komnas HAM: Redam ketegangan dengan kepastian

Baca juga: Papua Terkini - DPR dukung pemerintah batasi akses WNA ke Papua

Baca juga: Senpi TNI digunakan warga serang aparat keamanan di Deiyai


Sukamta yang merupakan Sekretaris Fraksi PKS DPR RI itu menilai pemerintah harus pastikan apa yang dilakukan empat warga Australia itu apakah benarkah sengaja ikut demonstrasi untuk mendukung separatisne atau mereka sebenarnya tidak tahu jika itu demo dengan isu Papua merdeka.

"Isu yang sangat sensitif. Walapun memang perlu didalami, kenapa ada warga negara asing di Papua dalam saat yang seperti ini," ujarnya.

Menurut dia, apabila ternyata benar mereka ikut demo itu dengan kesadaran mendukung separatisme, jelas itu penghinaan oknum warga negara asing terhadap kedaulatan Indonesia.

Dia mengatakan, terkait isu internasionalisasi Papua, Pemerintah harus bertindak cepat, cermat dan tegas, jangan sampai terlambat menyelamatkan NKRI.

"Terlebih isu yang berkembang sangat sensitif. Jangan memperkeruh suasana," katanya.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasien COVID-19 turun, Pemkot Jayapura tutup RS Hotel Sahid

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar