Pendekatan Pentahelix upaya wujudkan Jabar sebagai Digital Province

Pendekatan Pentahelix upaya wujudkan Jabar sebagai Digital Province

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan pemaparan saat menjadi "keynote speaker" dalam seminar nasional dengan tema Model Sinergitas Pentahelix Merawat Alam dan Mitigasi Bencana di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2/2019). ANTARA JABAR/Raisan Al Farisi/agr.

Semuanya untuk mewujudkan desa yang sejahtera dan bermartabat. Modal awal kita fasilitasi internet di 600-an desa.
Bandung (ANTARA) - Asisten Administrasi Setda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dudi Sudrajat mengatakan pendekatan pentahelix yang melibatkan akademia, bussiness, community, government dan media (ABCGM) merupakan salah satu upaya Pemprov Jabar untuk menjadi Digital Province.

"Jabar juga melakukan Pendekatan Pentahelix menjadi bagian penting dalam perjalanan Pemerintah Provinsi Jabar lima tahun ke depan," kata Dudi Sudrajat dalam siaran pers Diskominfo Provinsi Jabar, Rabu.

Hari ini Dudi Sudrajat membuka Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (Konreg PDRB) di Cirebon.

Kawasan regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) memiliki posisi strategis dalam menopang prioritas pembangunan nasional.

"Menopang 61,54 persen ekonomi nasional. Oleh karenanya pertumbuhan ekonomi wilayah harus dapat saling bersinergi untuk memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Dudi.

Baca juga: Gubernur Jabar: pentahelix jurus baru Citarum harum

Sementara itu, kata dia, Jawa Barat masih terkendala oleh masih adanya ketimpangan distribusi pendapatan, disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan masih cukup tinggi (6,47 persen dan 10,25 persen).

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Setiaji mengatakan dengan jumlah desa 5.312, Pemprov Jabar menerapkan konsep kerja sama dan kolaborasi dengan Teori Pentahelix.

Teori tersebut memunculkan program-program Patriot Desa dan Bumdesa, One Village One Company, Desa Digital dan Mobil Siaga Desa serta Dana Desa.

"Semuanya untuk mewujudkan desa yang sejahtera dan bermartabat. Modal awal kita fasilitasi internet di 600-an desa," kata Setiaji

Konreg PDRB Jabalnusra berlangsung hingga 5 September dan diikuti oleh 210 peserta dari unsur Bappeda, BPS, Diskominfo dalam rangka mendukung percepatan pembangunan regional dan kawasan.

Adapun tujuan acara tersebut ialah untuk mendorong program-program unggulan kepala daerah menjadi kekuatan perekonomian, memetakan keunggulan sektor ekonomi di tingkat kawasan dan melakukan akselerasi pembangunan dengan inovasi dan kreativitas.*

Baca juga: Forum Lembaga Usaha Penanggulangan Bencana dikukuhkan kepala BNPB

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Jabar ingatkan kaum milenial waspadai pencurian data

Komentar