Pokdakan Ledong terima bantuan Rp200 juta dari KKP

Pokdakan Ledong terima bantuan Rp200 juta dari KKP

Ketua Pokdakan Ledong Wahyudin di Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (4/9) (Agita Tarigan)

Sistem usaha kami jalankan dengan kemitraan, jadi ada bagi hasil. Setiap anggota bisa mendapatkan penghasilan bersih dari Rp3 juta hingga Rp10 juta setiap bulan.
Banjarnegara (ANTARA) - Kelompok Pembudi Daya Ikan Lele Kalimendong (Pokdakan Ledong) di Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah, menerima bantuan Rp200 juta  dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk merevitalisasi unit pembenihan rakyat.

Kelompok budi daya ikan lele di Dusun Kalimendong, Desa Danaraja, itu beranggotakan 20 orang dan terbentuk sejak Januari 2012.

Peternakan lele yang awalnya hanya dijalankan oleh satu  warga pada 2004, kini berkembang dan memiliki omset usaha sebesar Rp750 juta per bulan.

"Sistem usaha kami jalankan dengan kemitraan, jadi ada bagi hasil. Setiap anggota bisa mendapatkan penghasilan bersih dari Rp3 juta hingga Rp10 juta setiap bulan," ujar Ketua Pokdakan Ledong Wahyudin saat ditemui di Banjarnegara, Rabu.

Wahyudin mengatakan bahwa budi daya lele yang dikelola di dusun seluas lima hektare itu  masih mencakup pendederan saja, yakni larva ikan yang baru menetas disebar di kolam kecil dengan pengaturan suasana air berupa derajat keasaman, kebersihan, suhu, dan kadar oksigen.

Baca juga: Alasan KKP penyuluh perikanan agar ikuti arus era milenial

"Lele yang dijual ada dua ukuran 5 hingga 7 sentimeter dan 9 hingga 12 sentimeter. Proses pembenihan dan pembesaran ikan belum kami jalankan," kata dia.

Namun, Wahyudin mengaku kelompoknya segera merambah usaha pembenihan dengan bantuan dari KKP berupa pembangunan unit pembenihan rakyat.

"Nanti bantuan KKP untuk dibangun 12 kolam pembenihan dan dua kolam untuk induk lele," jelas dia.

Wahyudin optimis bantuan KKP tersebut akan lebih banyak "menyedot" tenaga kerja, sehingga turut mengurangi jumlah pengangguran di daerahnya.

"Dengan tambahan kolam pasti akan ada tambahan pasokan lele, dan tentu saja tambahan pemasukan. Tentu saja yang masih menganggur ada kesempatan bekerja di sini," jelas dia.

Sebelumnya Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto juga menekankan bahwa penyaluran bantuan bagi peternak ikan bukan hanya untuk memberikan keuntungan bagi pembudi daya semata.

"Keuntungan dari bantuan ini diharapkan turut dirasakan masyarakat sekitarnya, baik untuk pergerakan perekonomian maupun peningkatan pendapatan warga," jelas Slamet Soebjakto.
Baca juga: Legislator apresiasi KKP terkait capaian perikanan budi daya nasional



 

Pewarta: Agita Tarigan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Riau kembangkan budidaya ikan air tawar di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar