Jakarta (ANTARA) - PT Dirgantara Indonesia (DI) menyerahkan satu pesawat patroli maritim CN 235-220 MPA, yang merupakan pesawat untuk patroli laut, kepada Departemen Pertahanan untuk kemudian diserahkan kepada TNI AU. Upacara penyerahan pesawat ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima dari Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, kepada Dirjen Sarana Pertahanan Dephan, Marsekal Muda TNI Eris Herryanto, di halaman Skuadron II, Halim Perdananakusuma, Jakarta, Jumat. Usai diserahkan kepada Dephan, pesawat kemudian diserahkan dari Dirjen Sarana Pertahanan Dephan kepada Asisten Logistik KSAU, Marsekal Muda TNI Imam Wahyudi. Direktur Utama PT DI mengatakan, pesawat CN 235 MPA merupakan pesawat yang diproduksi untuk misi khusus dan dilengkapi dengan peralatan modern, khususnya untuk melakukan pengintaian. Untuk melaksanakan tugas pengintaian, maka pesawat ini dilengkapi radar jenis penjejak bahari dan radar cuaca secara multifungsi, yaitu sistem "Ocean Master 100 MK II" dari Perancis, katanya. Selain itu, pesawat juga dilengkapi dengan "storm scope" untuk mendeteksi kandungan elektromagnetik saat pendeteksian bahari berlangsung yang dipadu dengan perangkat bantu elektronik produksi Perancis juga. Budi menambahkan kecanggihan pesawat itu terletak pada peralatan elektronik yang terpasang di pesawat, yang merupakan konfigurasi militer untuk kepentingan patroli pantai. "Dengan memiliki pesawat ini, militer Indonesia dapat memantau pergerakan kapal-kapal laut, terutama kapal-kapal asing yang masuk wilayah perairan Indonesia," kata Budi. Selain Indonesia, ada beberapa negara di Asia yang memerlukan pesawat sejenis ini, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Korsel dan sejumlah negara di Timur Tengah. (*)

Copyright © ANTARA 2008