counter

Sumatera Selatan jajaki potensi ekspor ke negara selain China

Sumatera Selatan jajaki potensi ekspor ke negara selain China

Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sumsel Afrian Joni (kiri) didampingi Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih (kanan). FOTO HO Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sumsel Afrian Joni

Kami akan coba buka ke negara-negara lain, seperti negara di Timur Tengah dan Eropa
Palembang (ANTARA) - Provinsi Sumatera Selatan menjajaki potensi ekspor ke sejumlah negara selain China untuk meningkatkan dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang cenderung menurun setelah perhelatan Asian Games XVII 2018.

Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Afrian Joni di Palembang, Minggu, mengatakan, saat ini tujuan ekspor terbesar Sumatera Selatan ke negara China, namun ke depan Sumsel berupaya membuka peluang ke negara lain.

“Kami akan coba buka ke negara-negara lain, seperti negara di Timur Tengah dan Eropa,” kata Afrian Joni.

Daerah ini mencatat pertumbuhan ekonomi 6,04 persen pada 2018 atau di atas angka nasional 5,17 persen meski sektor pertambangan terjun bebas akibat jatuhnya harga komoditas di pasar internasional, sementara pada triwulan I-2019 hanya tumbuh 5,68 persen (year-on-year) .

Menurut Afrian Joni, peluang sejatinya bukan hanya sebatas hasil bumi yakni karet, minyak sawit, batu bara, minyak dan gas, tapi pada kerajian tangan dan produk industri kreatif.

“Seperti kain khas Sumsel yakni kain songket, itu bisa dikembangkan lebih baik lagi karena negara-negara di Eropa sebenarnya sangat menyukai produk-produk bercita rasa etnik,” kata dia.

Baca juga: Sumatera Selatan lepas ekspor komoditas pertanian ke empat negara
Baca juga: Menyelamatkan petani karet Sumatera Selatan


Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan merilis China menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sumatera Selatan dari periode Januari hingga Juli 2019 dengan nilai 813,75 juta dolar AS.

Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Sri Wahyuningsih mengatakan selain China, ada juga Malaysia dan Amerika Serikat dengan masing-masing 237,38 juta dolar AS dan 219,19 juta dolar AS. Sehingga pada periode tersebut, tiga negara ini menyumbang sebesar 52,22 persen dari total ekspor Sumatera Selatan periode Januari - Juli 2019. 

Sementara itu, ekspor ke negara-negara di ASEAN pada Januari - Juli 2019 mencapai 508,92 juta dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 37,40 juta dolar AS dibanding periode yang sama pada 2018.

Sedangkan, ke negara Uni Eropa mencapai 201,10 juta dolar AS, mengalami penurunan sebesar 14,769 juta dolar AS jika dibanding periode yang sama pada 2018.

Untuk nilai ekspor Sumatera Selatan pada Juli 2019 memang mengalami kenaikan sebesar 44,22 persen dibanding nilai ekspor pada Juni 2019. Sementara jika dibanding dengan periode yang sama pada 2018 (Januari – Juli 2018), ekspor Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 5,14 persen.

Baca juga: UMKM binaan BI Sumsel tembus pasar New York
Baca juga: Dewan Kopi: Realisasi ekspor kopi Sumsel masih jauh dari target


Naiknya nilai ekspor Sumatera Selatan pada Juli tahun ini dibanding Juni 2019 sebesar 44,22 persen karena naiknya nilai ekspor nonmigas sebesar 43,92 persen, yakni dari 282,27 juta dolar AS menjadi 406,23 juta dolar AS, dan nilai ekspor migas yang naik sebesar 48,34 persen dari 20,50 juta dolar AS menjadi 30,42 juta dolar AS.

Sedangkan nilai ekspor nonmigas Sumatera Selatan pada periode Januari - Juli 2019 didominasi oleh komoditas karet sebesar 821,26 juta dolar AS, disusul oleh bubur kayu atau pulp yang mencapai nilai sebesar 796,02 juta dolar AS, dan batu bara sebesar 414,47 juta dolar AS.

Kenaikan ini terjadi pada tujuh negara tujuan utama Ekspor yakni China, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, India, dan Jerman. Sementara itu tiga negara tujuan utama lainnya, yaitu Filipina, Vietnam, dan Latvia mengalami penurunan nilai ekspor.

 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sensus Penduduk 2020 akan kombinasikan data

Komentar