Sebagai Penyelamat Nyawa REYKJAVIK, 10 Juni (ANTARA/PRNewswire-AsiaNet) -- Hampir 1000 ahli terkemuka dalam bidang penyakit menular dan vaksin di dunia akan bertemu dalam symposium internasional ke 6 mengenai penyakit tenggorokan pernafasan (pneumococci) dan saluran pernafasan (pneumococcal) yang disebabkan karena bakteri (ISPPD-6) minggu ini yang akan menghibau pemerintah melakukan tindakan untuk melindungi warga negaranya dari gangguan pernafasan ini yaitu sejenis penyakit pernafasan pembunuh bagi anak anak dan orang dewasa di dunia. Infeksi bacteria sebagai penyebab penyakit pernafasan (pneumonia), meningitis, sepsis dan penyakit lain juga dapat mengancam hidup dan penyakit saluran pernafasan (pneumococcal) ini telah membunuh 1,6 juta orang termasuk lebih dari 800,000 anak di bawah umur. Prakiraan sementara menunjukkan bahwa apabila dilakukan secara global, vaksin penyakit saluran pernafasan (pneumococcal) dapat menyelamatkan 5,5 juta nyawa manusia di tahun 2030. "Vaksin efektif dan penyelamat yang dapat mencegah penyakit saluran pernafasan sudah tersedia dan meningkatnya kesehatan seseorang sangat diharapkan agar dapat menjadi kenyataan di tahun 2009," ujar Dr. Orin Levin, direktur eksekutif Perusahaan PneumoADIP GAVI dan juga wakil ketua Dewan Kesadaran Para Ahli Kesehatan terhadap penyakit saluran pernafasan (PACE). "Kami punya pengetahuan ilmiah dan sumber keuangan. Apa yang kami butuh sekarang hanyalah keinginan politik sebab harga yang harus dibayar atas sikap pasif dan tidak berbuat apa-apa akan dapat ditentukan karena banyaknya nyawa yang hilang sia-sia begitu saja. Para ahli kesehatan terkemuka berkumpul untuk membicarakan penyakit tenggorokan pernafasan dan saluran penafasan yang disebabkan oleh bakteri dalam symposium (ISPPD-6) yang dipimpin langsung oleh Dewan Ahli Yang Sadar terhadap penyakit saluran pernafasan ini menghimbau kepada Pemerintah agar dilakukan tindakan serta langkah-langkah yang diperlukan untuk menyediakan dana agar vaksin untuk jenis penyakit ini dapat dibuat. Dengan mengikutsertakan LSM, para ilmuwan, pembuat keputusan bidang industri, kesehatan dan keuangan, satu negara akan dapat menentukan tindakan pencegahan terhadap penyakit sebagai proritas, sehingga tujuan kita hanya lebih terarah pada usaha menyelamatkan jutaan nyawa manusia dari serangan penyakit ini, ujar Dr Ciro de Quadros, wakil presiden eksekutif Institut Vaksin Sabin dan juga wakil ketua PACE. "Kita akan mendorong semua pihak agar mau terlibat membuat komitmen yang sangat penting untuk pencegahan penularan penyakit saluran pernafasan yang dapat berakibat pada kematian. Kenya, satu-satunya negara yang wakilnya hadir dalam symposium ini bekerja untuk meliputi acara universal ini melalui program vaksinasi. "Di Kenya sendiri, Kami sudah kehilangan lebih dari 20,000 anak-anak di bawah umur lima tahun (balita) setiap tahun hanya karena penyakit saluran penafasan ini," ujar Dr Fred Were, Ketua Asosiasi Paediatric dan juga anggota PACE. Vaksin sekarang dan yang akan datang dapat mencegah sekitar 50 sampai 80 persen kematian dari penyakit yang membunuh ini. Saya bangga bahwa Kenya sudah membuat keputusan memperkenalkan vaksin ini dan melindungi nyawa serta kesehatan anak-anak di Kenya." Vaksin untuk penyakit ini sudah ada sejak tahun 2000 dan dapat menyelamatkan dan melindungi anak-anak serta orang dewasa terhadap infeksi penyakit saluran pernafasan secara effektif. Vaksin konjugasi valent 7 untuk penyakit yang mematikan sekarang ini sudah digunakan di sekitar 70 negara lebih dan pengembangan vaksin ini sekarang sedang berjalan yang diharapkan dapat diberi lisensi pada tahun 2009. SUMBER : Panitia Pelaksana ISPPD-6 HUBUNGI : Traci Siegel (AS), +1-202-262-7938, traci.siegel@gmmb.com Bagi Panitia Pelaksana ISPPD-6

Pewarta:
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2008