counter

Formula 1

Alasan penalti Vettel lebih berat ketimbang Stroll

Alasan penalti Vettel lebih berat ketimbang Stroll

Pebalap Formula Satu dari tim Ferrari, Sebastian Vettel. ANTARA/REUTERS/Massimo Pinca/pri

Jakarta (ANTARA) - Penalti kepada pebalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel, pada GP Italia beberapa waktu lalu lebih berat ketimbang penalti yang dijatuhkan kepada Lance Stroll karena cara tidak aman yang dilakukan Vettel saat kembali ke lintasan telah menyebabkan tabrakan, kata direktur balap F1 Michael Masi dalam laman Sport 24.

Pebalap Jerman itu memutar SF90-nya di udara jernih Ascari pada lap enam sebelum masuk kembali ke lintasan untuk langsung memotong jalur Stroll yang membalap untuk tim SportPesa Racing Point.

Stroll berusaha disalip Vettel yang akibatnya kedua mobil pebalap mengalami kerusakan sayap depan, sebelum Stroll melakukan hal sama seperti Vettel dengan kembali ke lintasan secara tidak aman, di depan Pierre Gasly sehingga pebalap ini terpaksa masuk gravel trap (jalur aman berpasir).

Sementara Vettel terkena penalti sepuluh detik stop/go dan pengurangan tiga poin, Stroll hanya menerima penalti drive-through yang bahkan dianggap pebalap Kanada ini tidak adil.

Baca juga: Leclerc juara di Monza, duet Mercedes lengkapi podium

Namun, Masi menjelaskan bahwa Vettel melakukan dua pelanggaran - masuk kembali lintasan dengan cara tidak aman dan menyebabkan tabrakan, sedangkan Stroll hanya masuk lagi lintasan secara tidak aman tapi tidak melakukan kontak dengan Gasly.

Vettel sendiri mengaku tidak melihat Stroll muncul, tapi Masi bersikeras bahwa dalam peristiwa seperti itu pebalap dan tim harus lebih waspada.

"Kalau ragu, berhati-hatilah," kata Masi. "Mereka semua dilengkapi GPS, semua pemosisian, jelas disiarkan langsung. Mereka diberi semua gambar yang sama yang kita semua dapatkan."

"Tanggung jawab ada pada pengemudi pertama dan yang kedua ada pada tim yang membantu mereka."

Baca juga: Vettel catatkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas ketiga di Monza

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar