Jakarta (ANTARA News) - Nilai keseluruhan program debt swap Indonesia baru mencapai sekitar 275 juta dolar AS dibandingkan dengan total utang Indonesia yang berjumlah sekitar Rp550 triliun. "Nilai tersebut terlalu kecil dibanding dengan potensi besarnya pinjaman lunak Indonesia kepada negara-negara kreditur," kata Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu, Rahmat Waluyanto, di Jakarta, Senin. Pemerintah Indonesia mengharapkan pemerintah negara-negara kreditur lebih serius lagi mempertimbangkan pemberian fasilitas debt swap kepada Indonesia. Komitmen berbagai pemerintah negara kreditur dalam berbagai fora internasional untuk mendukung program MDGs, perubahan iklim dan lainnya, harusnya diikuti dengan kerjasama seperti debt swap di tingkat implementasi bilateralnya. Bagi Indonesia, program debt swap diperlukan untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan Indonesia, dan mendorong program-program prioritas di bidang MDGs, perubahan iklim, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Menurut Rahmat, selain debt swap dengan Jerman, Indonesia sudah melaksanakan program serupa dengan pemerintah Italia, dan saat ini sedang menyelesaikan satu program dengan pemerintah Amerika Serikat. Program debt swap dengan Italia adalah untuk ikut membiayai rehabilitasi dan rekonstruksi di Propinsi NAD paska tsunami yang dikoordinasikan oleh BRR. Kesepakatan debt swap di antara kedua pemerintah senilai 24,2 juta dolar AS ditambah 5,7 juta Euro. Sampai saat ini kedua belah pihak telah menyepakati pembiayaan untuk 10 proyek infrastruktur, pendidikan dan kesehatan di NAD dengan nilai 14,6 juta Euro. Sementara program debt swap dengan AS merupakan program pengalihan utang ke bidang kehutanan. Jika disetujui, maka US Treasury akan menghapus utang luar negeri kepada Indonesia sebesar 19,6 juta dolar AS. "Penghapusan utang itu dilakukan dengan syarat Indonesia melakukan pembayaran kepada Tropical Forest Fund yang kemudian akan menggunakan dana itu untuk program kehutanan di Indonesia," kata Rahmat. Tropical Forest Fund didirikan bersama dan beranggotakan wakil dari Pemerintah Indonesia, pemerintah AS, dan LSM yang menjadi swap partner, yang ikut menyumbangkan dana pada Fund itu dengan nilai minimum 20 persen dari 19,6 juta dolar atau 3,92 juta dolar AS. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008