counter

Gubernur Sumsel batal keluar negeri fokus tangani karhutla

Gubernur Sumsel batal keluar negeri fokus tangani karhutla

Gubernur Sumsel Herman Deru (Dok.Antara)

Mengingat saat ini Sumatera Selatan masih dalam status siaga darurat asap kebakaran hutan dan lahan sehingga agenda keluar negeri akan dibatalkan
Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru membatalkan kunjungan kerjanya keluar negeri yakni Korea Selatan (Korsel) karena akan lebih fokus melaksanakan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu.

"Mengingat saat ini Sumatera Selatan masih dalam status siaga darurat asap kebakaran hutan dan lahan sehingga agenda keluar negeri akan dibatalkan," kata Herman kepada wartawan di Palembang, Rabu.

Baca juga: Presiden Jokowi tegaskan pentingnya upaya pencegahan Karhutla

Baca juga: Presiden : Pemerintah lakukan segala upaya untuk atasi karhutla


Ia bersama jajarannya dan pihal terkait lain akan maksimal melakukan pencegahan dan penanganan karhutla sehingga agenda tidak mendesak ditunda dulu.

Kepastian batalnya kunjungan kerja gubernur ke Korea Selatan dalam rangka menghadiri undangan Duta Besar RI untuk Korsel untuk memberikan paparan terkait dengan potensi Sumsel yang mungkin dapat dipasarkan di negeri ginseng tersebut disampaikan kepada wartawan beberapa waktu lalu.

"Ada agenda ke Rumania, Korsel,  itu kemungkinan besar akan dibatalkan," ujarnya.

Ia bersama jajarannya akan lebih serius mencegah dan menangani sehingga agenda keluar negeri ditunda dulu.

Baca juga: Pekanbaru berasap pekat saat Presiden Jokowi shalat minta hujan

Baca juga: Presiden Jokowi tegur Pemda Riau tak serius dukung penanganan Karhutla


Dalam kesempatan itu Herman juga mengintruksikan para kepala daerah bupati dan wali kota di Sumsel untuk tidak meninggalkan tempat guna memantau titik api (fire spot) di wilayahnya masing-masing.

Selaian itu, Herman meminta bupati dan wali kota sedetail mungkin pantau ancaman fire spot. Untuk itu diminta jangan meninggalkan tempat jika memang tidak sangat mendesak.

Herman rencananya ada lawatan ke Korsel beberapa hari hingga tanggal 22 September 2019. Namun karena ada bencana asap akibat karhutla, agenda itu dibatalkan.
 

Gagal atasi karhutla, Panglima TNI akan copot anak buahnya


 

Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar