counter

SBM ITB targetkan raih "triple crown" akreditasi internasional

SBM ITB targetkan raih "triple crown" akreditasi internasional

Dekan SMB ITB, Prof Sudarso Kaderi Wiryono (tengah), Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Dr Aurik Gustomo dan Direktur Inkubator Bisnis Thegreaterhub, Dr Dina Dellyana saat menggelar jumpa pers di Kresna Student Lounge, di Kampus SBM ITB Jalan Ganeca Kota Bandung, Kamis (19/9/2019). (Dok ASJ)

Ketiga nilai tersebut adalah engagement, innovation dan impact,
Bandung (ANTARA) - Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menargetkan untuk mendapatkan akreditasi dari Association to advance collegiate school of Business (AACSB) International yang pusatnya di Amerika Serikat, upaya ini sebagai langkah untuk meraih Triple Crown akreditasi internasional (AACSB, Equis, AMBA).

"Semua program studi SBM ITB sudah mendapatkan akreditasi dari The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st Century Organization (ABEST21). Nantinya, setelah kami meraih akreditasi AACSB, dengan stampel ini, diharapkan SBM lebih mudah bekerjasama secara internasional dengan berbagai universitas di dunia," kata Dekan SBM ITB, Prof Dr Sudarso Kaderi Wiryono, DEA di kampus SBM ITB, Bandung, Kamis.

Sudarso menyebutkan keuntungan untuk mahasiswa dengan akreditasi ini ialah apabila akan melanjutkan sekolah di luar negeri akan mendapatkan akses penerimaan lebih luas, sedangkan untuk industri, hal ini menunjukan perguruan tinggi dengan kualitas yang tinggi.

Baca juga: Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB gelar ICMEM di Bali

Selain akreditasi internasional, ujar dia SBM ITB juga mempunyai tiga value atau nilai yang diterapkan dalam rangka mempertahankan kualitas.

"Ketiga nilai tersebut adalah engagement, innovation dan impact. Engagement berupa keterlibatan sivitas akademika SBM ITB dengan kegiatan akademik, maupun professional. Innovation, baik dalam akademik maupun kegiatan profesional. Ketiga adalah impact atau berusaha terus untuk memberikan dampak yang positif untuk masyarakat, industri dan pemerintah baik nasional maupun internasional," jelas Sudarso.

Sementara itu, Wakil Dekan SBM ITB Bidang Sumber Daya, Dr Aurik Gustomo menambahkan dari sekitar 17 ribu sekolah bisnis yang ada di dunia hanya ada 200-an sekolah bisnis yang memiliki akreditasi triple crown.

Sebelumnya, SBM ITB mendapatkan berbagai pengakuan dari lembaga nasional maupun global seperti BAN PT untuk semua program studi (Prodi) terakreditasi A (unggul), menerapkan ISO 9001/2015 untuk manajemen mutu, menerapkan prinsip keberlanjutan perguruan tinggi untuk SDG's (sustainable development goals) dan tanggung jawab terhadap manajemen pendidikan (PRME).

Selain itu, meraih berbagai prestasi nasional serta internasional lainnya.

Baca juga: Dukung startup Bandung, SBM ITB Teken MoU 7 Venture Capital

SBM ITB sebagai satu-satunya sekolah bisnis di Indonesia yg masuk TOP 500 sebagai World Class Business School versi Times Higher Education (THE) 2019 pada subyek Management and Economics.

Sedangkan QS, sebagai salah satu lembaga pemeringkat perguruan tinggi bereputasi, menempatkan SBM ITB diposisi TOP 251-300 berdasarkan data yang dikeluarkan tahun 2019, sekaligus peringkat pertama dalam subyek Manajemen dan Bisnis di Indonesia.

                                                            Prestasi Mahasiswa SBM ITB dan Dosen
Sepanjang 2018 sampai saat ini, mahasiswa SBM ITB telah meraih berbagai penghargaan pada business competition, lomba karya ilmiah, kompetisi tingkat nasional dan internasional, yang diselenggarakan oleh lembaga yang kredibel. Perusahaan level nasional dan internasional seperti L’Oreal, Bank Indonesia, Unilever, PLN, Delloitte, Danone, BRI, Bekraf, HSBC, Nestle dan sebagainya.

Tidak kalah dengan mahasiswa, sejumlah dosen juga telah meraih berbagai penghargaan sebagai dosen berprestasi kategori Sains Teknologi pada Bidang Sosial Humaniora tahun 2018, Best Industry Marketing Champion di sektor pendidikan dari MarkPlus, Inc.

Baca juga: Peneliti ITB Driejana sebut Habibie sosok rendah hati

 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rawan kecelakaan, menhub utus tim investigasi ke Cipularang

Komentar