BMKG imbau masyarakat waspada potensi puting beliung di Kepri

BMKG imbau masyarakat waspada potensi puting beliung di Kepri

Ilustrasi - Petugas kepolisian dan BPBD dibantu masyarakat membersihkan pohon yang tumbang akibat puting beliung di Kecamatan Pauah Duo Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Istimewa)

Puting beliung bisa terjadi di mana saja, di awali terbentuknya awan cumulonimbus terutama pada masa transisi panas ke hujan atau sebaliknya.
Batam (ANTARA) - Badan Mateorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kepulauan Riau untuk mewaspadai terjadinya puting beliung yang sering terjadi pada masa peralihan cuaca.

"Dimohon waspada terhadap potensi puting beliung yang bisa menyebabkan hujan lebat, angin kencang, petir dan gelombang tinggi. Apabila terjadi di laut disebut waterspout," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim Batam Suratman, Kamis.

Puting beliung, kata dia, berupa angin kencang yang tiba-tiba bergerak melingkar dengan kecepatan 30 hingga 40 knots.

Puting beliung terjadi dalam waktu singkat, antara 3-5 menit, dengan daerah terdampak bisa mencapai 10 Km.

"Puting beliung bisa terjadi di mana saja, di awali terbentuknya awan cumulonimbus terutama pada masa transisi panas ke hujan atau sebaliknya," kata dia.

Baca juga: BMKG pantau 11 titik api di Kepri

Baca juga: BMKG pantau 8 titik api di Kepri


Bila terjadi puting beliung, masyarakat diminta menjauh dari lokasi kejadian, mencari tempat aman dan hindari tempat terbuka.

Menurut dia, petir akan menyambar objek tertinggi dan akan menjadi konduktor arus listrik kuat untuk dinetralkan ke bumi.

Sementara itu, hujan yang terjadi di Kepri selama dua hari terakhir ini berhasil mengguyur kebakaran lahan dan hutan, hingga titik api menjadi nihil.

"Setelah diguyur hujan dalam dua hari terakhir, wilayah Kepri terpantau zero hot spot," kata Suratman.

Jarak pandang di wilayah Kepri juga membaik seiring makin berkurangnya kabut asap.

Ia merinci jarak pandang di Bandara Hang Nadim Batam mencapai 6 Km, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang sepanjang 9 Km dan jarak panjang di di Natuna mencapai di atas 10 Km.

Menurut Suratman, hujan juga memperbaiki kualitas udara di Kota Batam. Indeks Standar Pencemaran Udara di Kota Batam sudah memasuki kategori sehat.*

Baca juga: Kabut asap mulai selimuti Kota Batam

Baca juga: Batam bebas kabut asap kebakaran lahan Riau

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diterjang puting beliung, aula SMK Miri Sragen ambruk

Komentar