Mengintip kota di masa depan 2049 hingga hologram di Sk T.um

Mengintip kota di masa depan 2049 hingga hologram di Sk T.um

SK T.um, museum ICT di kawasan 65, Eulji-ro, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan.  (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Seoul, Korea Selatan (ANTARA) - Bagaimana rasanya menjelajah sebuah kota di tahun 2049 bernama HI-Land? Untuk sampai ke sana, Anda harus pergi bersama Hyperloop, sebuah komputer yang memiliki kekuatan otak manusia.

Hyperloop akan membawa 10 orang menaiki sebuah kendaraan yang dirancang dengan kecepatan super cepat menuju HI-Land di kawasan atah berantah dalam waktu beberapa menit.

Lingkungan di sana diklaim lebih nyaman untuk kebanyakan orang di 2019. Tak ada kemandekan di jalanan raya, apalagi suara bising klakson, semua kendaraan serba melayang. Sekilas mirip seperti gambaran kota masa depan di berbagai film fiksi.

Kota itu mengaplikasikan semua teknologi terkini mulai dari intelligent transportation management, smart grid, Internet of Things (IoT) dan teknologi sekuritas yang dikontrol jaringan informasi dan teknologi komunikasi (ICT).

HI-Land yang disebut sebagai smart city tersebut berada di museum ICT bernama SK T.um yang dikembangkan oleh perusahaan SK Telecom dan bisa Anda temukan di kawasan 65, Eulji-ro, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan.

Baca juga: Gangwon suguhkan sensasi wisata musim dingin di Korsel
 
Menuju HI-Land di museum ICT di kawasan 65, Eulji-ro, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan. (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)


Berkomunikasi dengan hologram

Tak sebatas menjelajah HI-Land di lantai dua museum, Anda juga bisa mengobservasi kondisi terkini semesta, terutama lubang hitam di Space Control Center. Ada seorang kapten yang nantinya memandu Anda.

Ke depannya, bumi juga bisa diobservasi melalui ruang angkasa secara real-time dengan drone photovoltaic atau network radio telescopes. Teknologi itu memungkinkan observasi saat terjadi kejadian atau bencana. Transmisi datanya memanfaatkan IoT.

Beralih ke bagian lain museum, ada ruangan yang memungkinkan pengunjung melakukan telekonferensi dengan hologram, real-time. Teknologi tersebut diprediksi menjadi populer seiring perkembangan jaringan super cepat.

Masih di lantai yang sama, terdapat ruang medis yang dilengkapi sensor komunikasi. Di tempat itu, akan ditunjukkan bagaimana kemajuan teknologi ICT yakni kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi kemungkinan seseorang menderita penyakit tertentu melalui analisis gen.
 
Salah satu sudut ruangan medis masa depan di museum ICT di kawasan 65, Eulji-ro, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan. (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)


Selesai menjelajah lantai dua, Anda akan diajak pemandu menuju lantai satu. Di sana, Anda bisa melihat dua toko, kendaraan dan rumah yang dilengkapi teknologi 5G

SK T.um dibuka pada November 2008 dan tak memungut biaya sepeserpun pada pengunjung. Namun, untuk merasakan pengaplikasian teknologi 5G di sana, Anda perlu melakukan reservasi melalui laman t.um@sk.com.

Jang On-yu, seorang pemandu tur yang berbasis di Seoul mengatakan kepada ANTARA, Jumat (27/9), bahkan reservasi perlu dilakukan sebulan sebelumnya.

"Perlu waktu hingga satu bulan, tidak boleh lebih lama dari itu. Untuk bulan Oktober, jadwal mereka (tur museum) tersedia satu slot lagi. Tak perlu khawatir, pemandu menggunakan tiga bahasa, bahasa Ingggris, mandarin dan Korea," kata dia.

Baca juga: Mencoba kamera Samsung Galaxy Note 10+
 
Salah satu sudut ruangan museum ICT di kawasan 65, Eulji-ro, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan. (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tantangan profesi baru di Era Industri 4.0

Komentar