Menperin: Hannover Messe momen Indonesia pamerkan kemampuan manufaktur

Menperin: Hannover Messe momen Indonesia pamerkan kemampuan manufaktur

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto saat menyampaikan kata sambutan dalam acara kick-off Hannover Messe di Jakarta, Rabu (2/10/2019). ANTARA/Aji Cakti

Secara spesifik, Indonesia yang menjadi negara mitra resmi acara ini berada pada central stage dalam Hannover Messe ini
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan perhelatan pameran dagang terkemuka di dunia untuk teknologi industri, Hannover Messe merupakan momentum bagi Indonesia untuk memperlihatkan kemampuan dalam manufaktur.

"Secara spesifik, Indonesia yang menjadi negara mitra resmi acara ini berada pada central stage dalam Hannover Messe ini," ujar Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis malam.

Dia menjelaskan dengan demikian dunia akan melihat kemampuan indonesia yang akan menampilkan lima sektor prioritas dalam Making Indonesia 4.0, antara lain sektor industri tekstil, makanan dan minuman, otomotif, elektronik serta kimia.

"Ini juga menjadi perhatian bahwa Indonesia memiliki kemampuan dalam manufaktur di kelima sektor prioritas industri tersebut," kata Menperin.

Baca juga: Industri manufakturing Indonesia tumbuh positif

Menurut dia, kemampuan manufaktur itu untuk membedakan Indonesia yang bergeser dari negara berbasis komoditas menjadi negara yang berbasis manufaktur.

Hal tersebut juga sudah terdapat dalam peta jalan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk periode kedua di mana sektor industri dan manufaktur akan terus didorong agar Indonesia bisa mengembangkan ekonomi berbasis inovasi.

Selain itu Menperin Airlangga Hartarto juga menyatakan Presiden Joko Widodo akan menghadiri langsung pembukaan perhelatan Hannover Messe di Jerman yang rencananya berlangsung pada 20-24 April 2020.

Baca juga: CORE: pemerintah perlu mendongkrak investasi industri manufaktur

Hannover Messe berlangsung di Jerman dan menghadirkan lebih dari 6.500 peserta dari pelaku industri terkemuka di seluruh dunia yang berasal dari sekitar 73 negara.

Setiap tahunnya, pameran ini dikunjungi oleh lebih dari 225.000 pengunjung dari sekitar 91 negara dan menghasilkan sekitar 5,6 juta kontak bisnis. Sebagai negara mitra resmi, Indonesia akan menempati Central Pavilion seluas 1.300 meter persegi dan beberapa Paviliun Satelit yang bersifat tematik.

Selain menunjukkan kemampuan infrastruktur, partisipasi Indonesia sebagai negara mitra resmi Hannover Messe 2018 juga dapat memperkuat national branding untuk meningkatkan investasi asing dan mendorong kerja sama di sektor industri.

Baca juga: Perkuat industri manufaktur, Kemenperin-BI teken nota kesepahaman

Baca juga: PT Dirgantara Indonesia ambil peluang pasar manufaktur Vietnam

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Karbon hitam Cilegon mampu tekan impor Rp1,5 triliun

Komentar