Harga minyak bervariasi saat stok AS naik dan ketegangan Timur Tengah

Harga minyak bervariasi saat stok AS naik dan ketegangan Timur Tengah

Ilustrasi harga minyak dunia. ANTARA/Ardika/am.

New York (ANTARA) - Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor mempertimbangkan kenaikan persediaan minyak Amerika Serikat pekan lalu dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun tipis 0,04 dolar AS menjadi 52,59 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember sedikit menguat 0,08 dolar AS menjadi ditutup pada 58,32 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Untuk pekan yang berakhir 4 Oktober, persediaan minyak mentah komersial AS naik 2,9 juta barel dari minggu sebelumnya, tulis laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (9/10/2019). Pada 425,6 juta barel, persediaan minyak mentah AS berada pada rata-rata lima tahun untuk tahun ini.

Baca juga: Harga minyak lanjutkan penurunan, produksi minyak OPEC merosot

Dalam Prospek Energi Jangka Pendek (STEO) Oktober yang dirilis pada Selasa (8/10/2019), EIA memperkirakan bahwa produksi minyak mentah AS akan meningkat di setiap bulan yang tersisa di 2019, dan pada akhirnya mencapai 13,0 juta barel per hari pada Desember 2019.

EIA juga memperkirakan produksi minyak mentah AS mencapai rata-rata 12,3 juta barel per hari pada 2019 dan 13,2 juta barel per hari pada 2020.

Investor juga terus mengawasi perkembangan terbaru dari ketegangan militer di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran atas produksi minyak mentah di wilayah tersebut.

Turki secara resmi memulai operasi militernya untuk menumpas pasukan Kurdi di Suriah utara pada Rabu (9/10/2019), dan menyebabkan gelombang besar pengungsian di tengah kecaman pemerintah Suriah.

Baca juga: Minyak turun tertekan kekhawatiran pembicaraan AS-China

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar