Beijing, (ANTARA News) - China Radio International (CRI) meluncurkan situs "Pedoman Muslim, Olimpiade Beijing" bahasa Indonesia yang memberikan layanan informasi bagi masyarakat Indonesia, khususnya kaum muslim yang berkunjung ke Beijing selama Olimpiade. "Layanan situs tersebut merupakan bentuk persahabatan antara sesama muslim China dan Indonesia, disamping upaya kami untuk lebih memperkenalkan budaya muslim China kepada masyarakat Indonesia," kata Wakil Direktur CRI Ma Weigong, kepada pers ketika meluncurkan situs tersebut, di Beijing, Minggu. Situs yang beralamat "http://indonesian.cri.cn/muslim" tersebut, katanya, selain berbahasa Indonesia juga diluncurkan dalam enam bahasa asing lainnya yang penduduknya mayoritas beragama Islam, yakni Melayu, Arab, Persia, Turki, Hausa, dan Pashto. Dalam situs itu, katanya, masyarakat muslim bisa memperoleh informasi terkait dengan Olimpiade seperti seluruh arena dan lapangan pertandingan Olimpiade, masjid, restoran halal, jalur kereta bawah tanah (subway), hingga lokasi perbalanjaan. "Dalam situs tersebut, kami juga menyediakan jadwal sholat guna memudahkan masyarakat muslim Indonesia yang berada di Beijing untuk menunaikan ibadah selama berada di Beijing," katanyanya. Menurut dia , situs tersebut secara rinci memberikan gambaran mengenai lebih dari 10 mesjid di Beijing lengkap dengan sejarah berdirinya serta lokasinya disamping bagaimana masyarakat muslim Indonesia bisa mencapai lokasi itu dengan kendaraan umum, seperti subway dan bis. Demikian pula dengan restoran muslim yang diinformasikan, menurut Ma Weigong , berbagai restoran yang menyajikan sejumlah menu juga ditampilkan dalam situs itu lengkap dengan alamat serta cara mencapai restoran menggunakan kendaraan umum. "Kami berupaya memberikan layanan dan kemudahan kepada masyarakat muslim Indonesia yang berada di Beijing melalui situs tersebut," katanya. Direktur Pusat Pemberitaan Asia Tenggara CRI An Xiaoyu, mengatakan CRIOnline adalah situs web dengan 53 bahasa yang berpengaruh di China dan pengunjungnya adalah berasal dari 160 negara. "Situs tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat muslim di dunia, bukan saja warga Indonesia tapi juga masyarakat di dunia yang mayoritas beragama Islam dan menggunakan bahasa Melayu, Arab, Persia, Turki, Hausa serta Pashto," katanya. Menurut An Xiaoyu , setelah berakhirnya Olimpiade Beijing, maka situs web tersebut akan diganti namanya menjadi "Pedoman Muslim di Tiongkok" dan akan terus menyediakan informasi lebih banyak dan terkini bagi masyarakat muslim di dunia.(*)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2008