Dolar jatuh ke level terendah 3 bulan, pembelian aset aman mereda

Dolar jatuh ke level terendah 3 bulan, pembelian aset aman mereda

Tumpukan uang kertas 100 dolar Amerika. ANTARA/Shutterstock/pri.

Ini menghilangkan beberapa masalah pendanaan dan menghilangkan beberapa risiko...
New York (ANTARA) - Kurs dolar AS jatuh ke level terendah tiga bulan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pembelian safe-haven mereda dan sentimen risiko meningkat karena optimisme tentang negosiasi perdagangan AS-China serta peningkatan peluang untuk keluarnya Inggris yang teratur dari Uni Eropa.

Namun dolar mengurangi kerugiannya terhadap euro dan mengupas kenaikan terhadap yen setelah Presiden Donald Trump mengumumkan perjanjian parsial tentang perdagangan dengan China, khususnya mengenai kekayaan intelektual, jasa keuangan, dan pembelian pertanian yang besar.

Analis pasar senior OANDA, Edward Moya,di New York mengatakan pergerakan dolar setelah pengumuman Trump sejalan dengan reaksi khas "beli rumor, jual berita".

"Kami mendapat cukup banyak apa yang diharapkan banyak orang tentang kesepakatan parsial," kata Moya. “Tapi itu tidak selalu memberikan optimisme bahwa dalam jangka pendek kesepakatan yang lebih luas akan tercapai karena ada masalah yang lebih besar. Tapi tetap positif. "

Sterling naik ke level tertinggi lebih dari tiga bulan terhadap dolar karena optimisme tentang Brexit, sementara euro naik ke puncak tiga minggu karena selera risiko meningkat.

Pada saat yang sama, mata uang safe-haven lainnya seperti yen dan franc Swiss turun.

Sebelum pengumuman kesepakatan perdagangan, Trump dan pejabat AS lainnya pada Jumat (11/10/2019) mengisyaratkan kabar baik akan datang dalam pembicaraan perdagangan dengan China, sementara Beijing mengindikasikan bahwa itu terbuka untuk kesepakatan "parsial" yang akan menghindari rencana kenaikan tarif pada barang-barangnya.

Pada Brexit, Uni Eropa sepakat pada Jumat (11/10/2019) untuk mengadakan putaran negosiasi intens dengan London dalam upaya untuk mengamankan kesepakatan.

Negosiator Uni Eropa Michel Barnier dan mitranya dari Inggris Stephen Barclay sebelumnya mengadakan apa yang disebut oleh kedua belah pihak sebagai pertemuan "konstruktif" di Brussels ketika jadwal keberangkatan Inggris 31 Oktober semakin dekat. Perdana menteri Inggris dan Irlandia mengatakan pada Kamis (10/10/2019) bahwa mereka telah menemukan "jalur" untuk kemungkinan kesepakatan, dan pada Jumat (11/10/2019) beberapa pejabat menyatakan optimisme terjaga.

Di Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) mengumumkan pada Jumat (11/10/2019) bahwa mereka akan mulai membeli surat utang pemerintah sekitar 60 miliar dolar AS per bulan untuk memastikan "cadangan yang cukup" dalam sistem perbankan. The Fed menegaskan bahwa program baru tidak menandai perubahan dalam kebijakan moneter.

"Ini menghilangkan beberapa masalah pendanaan dan menghilangkan beberapa risiko terbalik dari tekanan pada pendanaan yang kami lihat pada akhir bulan dan kuartal," kata Shaun Osborne, kepala strategi valas di Scotiabank di Toronto.

Dalam perdagangan sore hari, indeks dolar turun 0,4 persen menjadi 98,318 setelah sebelumnya menurun ke level terendah tiga setengah bulan di 98,197.

Euro, sementara itu, naik 0,3 persen menjadi 1,1034 dolar, mencerminkan tingkat tertinggi tiga minggu yang dicapai pada Kamis (10/10/2019).

Mata uang safe-haven yen melemah terhadap dolar, dimana dolar naik 0,3 persen menjadi 108,33. Dolar sebelumnya menyentuh level tertinggi dua setengah bulan terhadap yen.

Sterling melonjak ke level tertinggi lebih dari tiga bulan di 1,2708 dolar dan puncak lima bulan di 87,02 pence terhadap euro. Pound terakhir naik 1,7 persen pada 1,2657 dolar. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Akhir pekan, harga emas turun 12,2 dolar tertekan pasar saham AS

Baca juga: Bursa saham spanyol melonjak, Indeks IBEX-35 ditutup naik 169,40 poin

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar